Tidak ada bosannya memuji betapa cantik wanita dihadapannya. Namun, Shafa tetap saja merasa tidak pantas dimiliki Alby. Padahal Alby yang seharusnya merasa begitu karena Shafa lebih pantas bersanding dengan pria yang jauh lebih baik darinya. "Aku emang bukan pria yang baik, tapi aku akan berusaha jadi yang terbaik buat kamu untuk menebus semua kesalahan aku," ucap Alby pada Shafa yang tertidur pulas. Alby beranjak dari ranjang dan memakai pakaiannya. Melihat pintunya sedikit terbuka, "Loh, dari tadi pintunya enggak dikunci, ya?" Kaki jenjangnya menuruni dua anak tangga sekaligus. Belum sampai di lantai dasar, langkah Alby terhenti kala mendengar keributan di ruang tengah. "Ada apaan, sih?" "Saya masih tau diri. Enggak kayak kamu. Udah tau Alby punya istri, masih aja di deketin." "Ada

