Charya baru saja akan naik pesawat, dua hari terakhir ia banyak di hubungi oleh beberapa wartawan, baik dari Indonesia maupun dari internasional. Hanya beberapa yang ia terima dan wawancara itu dilakukan melalui panggilan video. Chayra masih takut untuk betemu secara langsung. Chayra menghela napas panjang lalu naik di atas pesawat, ia masih memimpikan hari itu. Hari di mana pembajakan terjadi, kenangannya masih tersimpan rapat di kepala Chayra sampai sangat sulit untuk tidak mengingat atau memikirkannya. Chayra hanya di temani beberapa orang suruhan dari Om Robert, pria paruh baya itu tidak melepaskasnya untuk pergi sendiri. Chayra menghela napas panjang, mengirim pesan kepada Abimanyu lalu mematikan ponselnya. Berselang beberapa menit kemudian pesawat lepas landas. Chayra langsung mel

