Chapter 27

1188 Kata

“Terimakasih, Sayang,” bisik Mike beberapa menit kemudian, lalu mencium dahiku berkali-kali. “Istirahatlah, kau sudah cukup lelah.” Mike menarik selimut untuk menyelimutiku, kemudian beranjak dari kasur. “Mau kemana?” tanyaku sambil menarik lengan Mike agar ia tetap tinggal di tempat tidur. “Kembali ke sofa,” jawab Mike tersenyum. “Temani aku di sini,” pintaku yang kini telah kembali bertingkah malu-malu. Kontras sekali dengan beberapa puluh menit yang lalu. “Mmm… bukannya kau tidak mau tidur satu ranjang denganku?” tanya Mike hati-hati. “J-jadi, k-kau tidak mau tidur lagi denganku?” tanyaku terisak karena mendadak merasa sedih dengan penolakannya. Setetes air mata pun lolos dari mataku. Mike terdiam, bingung dan tampak merasa bersalah. “Bukan begitu, Sayang. Sshhh…. jangan menangis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN