Mike mengangguk, lalu mulai menjelaskan. “Awalnya sejak kematian kedua orangtuaku, aku merasa hanya perlu bertahan hidup demi membuat Collin sembuh, tidak ada hal menarik lainnya untuk diperjuangkan. Tapi sejak bersamamu, aku merasa memiliki motivasi lain untuk hidup. Segalanya tentangmu menjadi begitu menarik, dan untuk pertama kalinya aku merasa tidak sendirian lagi. Meskipun kau tidak tahu apa saja yang membebaniku selama ini, tapi tanpa harus menceritakannya padamu, asalkan bisa melihat dan bersamamu saja aku sudah merasa begitu hidup.” Aku sedikit berjinjit untuk meraih wajah Mike mendekat, lalu mengecup pipinya. “Jangan pernah merasa sendirian lagi. Aku akan selalu bersamamu.” Kuusap pipinya dengan sayang. “Aku tahu,” jawabnya lalu mengecup dahiku. “Ayo, bukankah kau ingin melihat-

