Chapter 17a

880 Kata

Arthur langsung tertidur saat kami tiba di kamar. Setelah menganti pakaian tidur untukku dan Arthur, aku pun juga langsung ikut merebahkan diri. Sambil menunggu Mike kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian, kuusap-usap kepala si kecil dan mengamati wajahnya. Dia persis Alfred, tapi caranya memandang terasa begitu familiar, rasanya begitu akrab. Seolah aku telah mengenalnya sejak lama. “Kau masih marah?” bisik sebuah suara di belakangku. Sejak kapan Mike muncul? Aku sama sekali tidak menyadarinya. Oh ya, dia memang berbakat untuk muncul tiba-tiba. “Tidak,” jawabku tanpa menoleh padanya. Bisa kurasakan embusan nafas Mike di kulitku saat sebelah lengannya memelukku dari belakang. “Jangan marah lagi, kau mengerikan saat marah.” Dikecupnya pundakku lembut. “Itu karena kau menyebalkan.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN