“Tidaaakkk!!!” Lagi-lagi aku dan Mike berteriak bersamaan. “Collin, please jangan...” Mike meraih tubuh Collin dan mengguncangnya. “Kau tidak boleh kemanapun tanpa seizinku.” Mata Collin terpejam tapi kulihat ia masih bernafas. Tak lama setelah kami berteriak, Ronald dan Claire pun kembali dengan mendorong Ventilator dari balik tirai. Mike akhirnya melepaskan Collin dan membiarkan Ronald menjalankan tugasnya. Tapi, saat hendak memasangkan alat tersebut Collin tiba-tiba terbatuk dengan keras dan entah mendapat energi dari mana, ia berguling ke sisi tempat tidur dimana Claire dan Ronald berdiri, dan menjorokkan kepalanya ke arah lantai. Seperti tersedak, Collin terbatuk sangat keras. Membuat aku dan Mike berjalan menghampirinya dengan cepat. Lagi-lagi darah yang ia keluarkan dari mulutny

