Cahaya berpendar dari ujung lorong diiringi dengan jerit kesakitan yang kutangkap sebagai milik Collin. Dengan langkah terburu-buru aku berjalan menembus lorong dengan Claire yang masih menangis di belakang. Setibanya di sana, kudapati Mike berdiri mematung dengan pandangan mata terkunci pada sosok Collin yang terus menjerit dan meronta kesakitan di atas tempat tidur. Kulangkahkan kaki hingga berdiri persis di sebelah Mike dan meraih tangannya ke dalam genggamanku. Dingin. Tangan Mike begitu dingin. Mataku pun mengikuti arah pandang Mike dan langsung mendapati pemandangan yang membuat bulu kuduk berdiri karena terlihat sangat mengerikan. Saat tiba tadi aku tidak begitu memperhatikan keadaan, dan sekarang barulah kusadari bahwa kondisi Collin tak lagi sama seperti beberapa saat lalu seb

