Selepas makan malam, kami berdua berjalan menuju sayap barat. Aaron telah tertidur lebih dulu dan kini sedang dijaga oleh Jane di kamarnya. Mike memang tidak pernah membuat Aaron ditinggal seorang diri selama ini. Dengan jantung yang berdegup kencang, kugenggam sebelah tangan Mike yang bebas, saat ia sedang membuka pintu menuju kamar Collin. Sejak mengetahui bahwa pria itu sewaktu-waktu bisa saja berubah menjadi orang lain karena sesuatu yang ada di dalam tubuhnya itu, entah mengapa aku menjadi sedikit takut untuk berhadapan langsung dengannya. Bukankah tadi aku yang ngotot ingin bertemu Collin? Kenapa sekarang aku malah ketakutan seperti ini? Pintu terbuka dan kami segera melangkah masuk. Lorong gelap yang kami lewati tetaplah sama seperti sebelumnya. Hanya saja pencahayaan di dalam k

