Musim gugur telah berakhir. Kini hawa dingin mulai menguasai alam. Aku tidak bisa lagi bebas menatap keluar jendela untuk mendapati pemandangan indah tanaman di sekitar. Semuanya mulai tertutup salju putih. Hari-hari banyak kulewati hanya dengan duduk di depan perapian di ruang pelayan, karena kamarku sendiri tidak memilikinya. Hanya sebuah pemanas ruangan biasa yang di letakkan di sudut kamar. Meskipun hangatnya sama, bahkan kinerja pemanas ruangan lebih efektif sekali pun, tetap saja duduk di depan perapian itu memiliki sensasi tersendiri, apalagi jika dilakukan bersama orang yang kita sayangi. Awalnya para pelayan merasa sangat canggung karena aku yang duduk satu ruangan bersama mereka. Akan tetapi setelah beberapa hari berlalu, yang tentunya dengan segala usaha kerasku meyakinkan mer

