“A-annabelle?” Kakiku seketika terasa sangat lemas. Lagi-lagi adik bungsu Mike ini kembali muncul. Karena tidak sanggup menopang berat tubuh, aku pun meluruh ke lantai. Akan tetapi, sebelum berhasil menyentuh lantai, sosok yang berdiri di hadapanku ini bergerak mendekat dan menangkap tubuhku hingga aku tidak terhempas ke atas lantai. “Anda tidak apa-apa, Nyonya?” tanyanya. Kurasakan sentuhan hangat tangannya pada tubuhku. Perempuan ini, dia… dia… manusia? Aku terlalu shock untuk menjawabnya. Tenggorokanku sulit mengeluarkan suara sehingga aku hanya bisa diam sambil mengamati wajahnya. “Claire!” Suara Collin di belakangku terdengar cemas. “Kau datang dengan siapa?” tanyanya panik. “C-claire?” Aku menatap perempuan di hadapanku ini dengan bingung. Seolah mengetahui kebingunganku, ia

