Chapter 24a

1478 Kata

Air dingin ini sedikit meredakan nyeri di pergelangan tanganku. Sedikit lagi… sedikit lagi semuanya akan berakhir. Entah mengapa rasanya aku ingin menangis. Semuanya terlalu menyakitkan. Sama seperti paru-paruku yang mulai kehilangan udara saat ini dan terasa semakin sesak. Mike…  maafkan aku. Sesak… Ayo, Nak, mungkin ini saatnya kita untuk pergi. “Sayang…  sayang….” Suara Mike? “Ayo bangunlah.” Kubuka mata perlahan-lahan dan terlihatlah wajah Mike yang penuh kekhawatiran menatapku dari atas sana. Di sekitar tampak gelap, tapi tidak terasa dingin lagi. Apa aku tidak jadi mati? Kuedarkan pandangan ke sekeliling. Ini... kamarku. Jadi, aku... “Anakku! Bayiku,” seruku histeris kemudian terduduk dan menyibak selimut sambil meraba perut. “Ssstt… Sayang, tenanglah. Kalian tidak apa-a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN