bc

The Boss's Prisoner of Love

book_age16+
2.0K
IKUTI
14.2K
BACA
billionaire
revenge
badboy
CEO
sweet
icy
female lead
office/work place
coming of age
passionate
like
intro-logo
Uraian

penghianatan yang dia dapatkan dari calon suaminya di saat hubungan mereka akan naik ke jenjang yang lebih serius membuat Revanza akhirnya memutuskan hubungan mereka, membuatnya menyimpan rasa sakit karena diselingkuhi dengan teman baik nya sendiri, yang membuat Revanza tidak mudah memaafkan kedua orang tersebut. rasa sakitnya akhirnya terobati saat bertemu dengan seorang karyawan baru di perusahaannya sendiri yaitu Hazel Malano pria tampan berwajah dingin yang berhasil mengusik hatinya kembali di waktu singkat saat luka sebelumnya belum sembuh. Sifat Acuh dan ketidakpekaan Hazel membuat Revanza Malah semakin ingin mendapatkannya dan sepertinya Revanza harus melalui tahapan-tahapan yang tidak mudah untuk masuk ke dalam hati seorang Hazel malano. Salah satunya adalah pertentangan dari kedua orang tuanya yang tidak menyukai Revanza dekat dengan Hazel

chap-preview
Pratinjau gratis
The Boss 01
Jika saja aku bisa memilih aku ingin saat ini juga malaikat pencabut nyawa menarik jiwa dari tubuhku Saat aku merasakan benturan Hebat dari mobil yang aku kendarai karena menabrak sisi pembatas jalan, membuat Mobil yang melaju kencang sebelumnya langsung terhenti dengan kap mobil terbuka dan menimbulkan suara yang langsung mengundang perhatian banyak orang. Saat ini aku malah merasa bersyukur jika aku benar benar mati saja saat merasakan kepalaku memberat dan terasa aliran kental yang dingin mengalir dari kepalaku menuju pelipis. Rasanya kematian akan sangat mudah aku terima daripada sebuah pengkhianatan yang aku lihat beberapa menit yang lalu. Saat aku melihat calon suamiku sendiri dengan mesranya b******u dengan teman baikku sendiri di dalam mobilnya  sendiri, mereka bahkan terlihat intim satu sama lain membuat ku langsung tidak bisa berbuat apa apa dan hanya kembali memacu mobilku dengan kecepatan tinggi berharap bayang bayang dua insan yang menjijikkan tadi terhapus dari ingatanku. Di saat hiruk pikuk dari semua yang aku alami tiba tiba pendengaranku hilang, semua terasa hening namun aku bisa mendengar pintu mobilku terbuka dan menampilkan seseorang dengan wajah khawatir menatapku, wajah khawatir yang sangat tampan. Apa dia malaikat pencabut nyawaku. Entahlah yang jelas setelah itu pandanganku mengabur dan semuanya gelap, bahkan akun sudah tidak bisa merasakan apa pun, jantung ku pun serasa berhenti berdetak saat itu juga. Beberapa jam sebelumnya Semua tampak tenang dan hanya terdengar bunyi keyboard yang terus memenuhi ruangan besar dengan nuansa soft pink dan putih yang mendominasi ruangan, di saat jari jari lentik itu terus menekan tombol tombol keyboard di depannya, Tumpukan kertas dan beberapa majalah juga ikut serta menjadi salah satu penghuni meja bundar berwarna putih selain laptop dan sebuah telepon yang juga berada satu tempat. Di belakang kursi kebesarannya terdapat sebuah logo Wanita yang menonjolkan rambut panjang hitam sedikit bergelombang dengan Nama RV style yang merupakan singkatan dari Revanza style. Suara keyboard terhenti berganti dengan suara deringan telepon yang berada di sisi kiri tangannya yang memudahkannya untuk langsung mengangkat gagang telepon tersebut "Ya hallo" Ucap si Wanita dengan rambut hitam panjang yang saat ini memilih untuk menggerai rambut indahnya itu mungkin karena masih terlalu pagi jadi rambutnya tidak memberikan alasan untuk dia cepol sembarangan, berbeda jika sudah memasuki tengah hari di tambah pekerjaan nya yang banyak, rambut tebal hitamnya kadang sedikit mengganggu dan membuatnya gerah, cukup baginya untuk tidak membiarkannya terus tergerai sampai menutupi setengah punggungnya dia akan langsung mencepol tinggi dengan sembarangan. "Baiklah siapkan Mobil aku akan segera ke studio" Ucapnya setelah itu kembali meletakan gagang telepon dan kembali pada kegiatan sebelumnya  memandangi layar pipih didepanya yang baru dia tutup setelah lima menit lamanya barulah dia beranjak dari duduknya, Mengambil tas tangannya dan segera keluar dari ruangan yang bertuliskan Chief Executive Office/ Revanza Kamil. Setelah berjalan keluar ruangan Revanza yang akrab di sapa Rere langsung di sambut oleh  Lilian yang menjabat sebagai Manager divisi di Rv style. "Apa kita akan segera ke T'owens Buk,? " Tanya Lilian membuat Rere menganggukan kepalanya sambil terus berjalan dengan elegan dengan  raut wajah dingin namun terlihat cantik dan memesona di saat yang bersamaan. Beberapa karyawan menunduk hormat saat berpapasan dengan Rere dan Rere hanya membalas sapaan tersebut dengan senyum tipisnya. Mereka pun masuk ke dalam lift membuat Rere langsung menghembuskan nafas panjangnya dan bersandar pada dinding lift sambil mencopot sebelah haight heels yang dia kenakan. " Sial, aku rasa peluncuran untuk haight heels ini akan kita tunda, ini benar benar  tidak nyaman" Rutuk Rere sambil mengangkat sebelah haight heels tersebut ke arah Lilian. " Baiklah nanti saya akan membicarakannya dengan Team desain untuk merombak kembali haight heels ini" Jawab Lilian membuat Rere kembali memasangkan haight heels nya karena sebentar lagi pintu lift akan terbuka. Satu kebiasaan dari Rere adalah dia tidak akan memperlihatkan kekurangannya sedikit pun di hadapan  karyawannya kecuali Lilian tentunya yang sudah dia anggap sebagai seorang teman dekat mungkin karena hanya di saat bersama Lilian, Rere bisa ber ekspresi tanpa menjaga imagenya sendiri. Sedangkan, di hadapan karyawan lain Rere akan berusaha bersikap berwibawa layaknya seorang pemimpin perusahaan dan itu terbukti karena karyawan-karyawan akan segan pada atasannya yang punyai aura kepemimpinan. Rv style adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Fashion seperti pakaian, tas bahkan sepatu dan haight heels, perusahaan Fashion ini murni milik Revanza atau Rere tanpa ada campur tangan dari keluarga besarnya yaitu  Kamil's yang  sukses dalam bidang perhotelan. RV style berdiri dari jerih payah Rere selama delapan tahun terakhir dan sekarang Rere bisa berbangga diri melihat perusahaan yang dia bangun dari nol menjadi salah satu perusahaan Fashion yang paling berpengaruh di negara ini, bahkan saat ini RV style sudah merambah kancah internasional, cabangnya sudah buka di berbagai negara seperti Italia, turki dan Korea. "Buk Anda tidak akan memakai sopir,? " Tanya Lilian saat melihat Rere berjalan ke sisi pintu pengemudi, membuat Rere terdiam sejenak sambil menatap ke arah Lilian "Tidak hari ini aku ada acara sendiri" Jawab Rera kemudian menarik hendle pintu dan hendak masuk ke dalam mobil putih kesayangannya namun sebelumnya Rere menawarkan apa Lilian mau menumpang mobil dengannya. . " Tidak terima kasih bus saya juga sebaiknya mengemudi mobil saya sendiri" Jawab Lilian kemudian berjalan menuju mobilnya sedangkan Rere melanjutkan gerakannya untuk masuk dan duduk di belakang kemudi. Saat ini mereka akan pergi ke T'Owen salah satu agensi model terkemuka yang memang sudah sejak lama bekerja sama dengan Rv style. Rv style kerap menggunakan model model T'owen untuk majalah majalah terbitan mereka dan saat ini Rv akan meluncurkan prodak prodak terbaru dan majalah edisi terbaru juga untuk itu Rere dan Lilian harus mendiskusikan tentang peluncuran New prodak mereka. Hanya butuh waktu setengah jam untuk mencapai T'owen kini Rere dan Lilian langsung menuju ruang Rapat untuk membicarakan kerja sama mereka setelah semua disepakati Rere berniat untuk melihat pemotretan yang sedang berlangsung di T'owen. Kilatan lampu kamera dan ramainya kru seakan semua terfokus pada satu titik  yaitu pada model tampan yang kini tengah memamerkan otot perutnya dengan kemeja terbuka di temani model wanita yang bersandar manja pada d**a bidangnya yang siapa pun melihatnya pasti ingin melakukan hal yang sama seperti model wanita tersebut termasuk Rere. "Bukankah dia sengaja berlama lama bersandar pada Varo" Tanya Rere pada Lilian yang juga ikut memperhatikan pemotretan didepan mereka. "Mungkin konsepnya memang sepeti itu Bu" Jawab Lilian membuat Rere hanya mencebik tidak suka. Pasalnya model pria bernama Alvaro Owen tersebut merupakan kekasih dari Rere selama tiga tahun belakangan ini  dan juga merupakan pewaris Dari T'Owen tersebut setelah nanti orang tua dari Varo pensiun. Varo kemudian berjalan mendekat ke arah Rere dan Lilian dengan senyum mengembang. "hai sugar kau menunggu lama,? " Tanya Varo sambil terus mendekat kemudian mengecup bibir Rere sejenak, Rere kemudian menggelengkan kepalanya dan menarik kemeja Varo yang terbuka. "Aku tidak suka tema pemotretan kali ini " Ucap Rere membuat Varo tertawa renyah. “ I'm sorry aku hanya menerima permintaan dari T'owen saja" Jawab Varo dengan senyum tampannya membuat Rere berdecak karena tidak bisa marah hanya karena Varo memberikannya senyum seperti tadi. "Ya dan kaulah T'owen" Jawab Rere kesal yang malah membuat tawa renyah Varo semakin terdengar jelas. "Baiklah baiklah maafkan aku, aku akan menebusnya" Ucap Varo membuat Rere akhirnya kembali menatap kearahnya. "Makan malam denganku" Ucap Rere yang langsung membuat Varo menampilkan raut penyesalannya. " Malam ini,? " Tanya Varo memastikan membuat Rere langsung menganggukkan kepalanya. "Ya tentu saja" Jawab Rere penuh semangat namun detik berikutnya harus menelan pil pahit kenyataan. "Maafkan aku sugar tapi aku sudah ada rencana bersama daddy bagaimana jika besok" Tanya Varo membuat Rere hanya menghembuskan nafas kasarnya "Aku berjanji besok aku milikmu" Tawar Varo membuat Rere mau tidak mau menyetujuinya "baiklah kalau begitu “Jawab Rere masih dengan wajah merajuknya "hei hilangkan wajah merajuk itu, apa kau tidak malu dengan Lilian" Tanya Varo membuat Rere menatap bawahannya itu" Lilian sudah biasa melihat ku seperti ini" Jawab  Rere acuh. "Baiklah sepertinya aku harus segera kembali ke kantor" Lanjut Rere membuat raut kecewa pada wajah Varo dan Rere menyukai itu "Bisakah kau tinggal sebentar lagi,? " Tanya Varo membuat Rere menggelengkan kepalanya. "Aku masih banyak pekerjaan dikantor Baby, besok kita atur kencan romantis kita bagaimana untuk mengganti kesibukan mu hari ini” tawar Rere membuat Varo terkekeh sambil mengelus pipi Rere dengan lembut . " Baiklah apa pun yang kau ingin kan"jawab Varo setelah itu Rere memberikan ciuman singkat pada bibir Varo sebagai salam perpisahan setelah itu Rere menatap Lilian yang masih berada di samping mereka. "Baiklah kita kembali sekarang" Ucap Rere "Maaf Bu saya sepertinya harus mengurus beberapa Maslah yang tadi belum kita bahas, saya juga harus menemui manager dari Varo untuk membicarakan masalah pemotretan majalah kita" Ucap Lilian membuatnya harus tetap tinggal di T'owen lebih lama sedangkan Rere memutuskan untuk kembali ke RV.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.4K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.0K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.6K
bc

TERNODA

read
199.5K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.6K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
72.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook