The Boss 11

1109 Kata
Sandra terus berjalan sambil pandangannya hanya fokus pada ponsel di tangannya, sesekali dia tersenyum saat melihat keranjang belanjaannya di salah satu aplikasi belanja online sudah mencapai angka 99+ " Bisa bisa gajih bulan ini bobol nih" Ucap Sandra yang kadang selalu menyesali perbuatannya ini ketika sudah akhir bulan dan akan selalu kalap ketika mendekati hari gajian, langkah Sandra terhenti ketika mendengar beberapa karyawan saling berbisik satu sama lain membuatnya mau tidak mau mengalihkan pandangannya dari ponsel ke orang orang sekitarnya. "Beneran itu Bu Rere" "Iya bener," "Kenapa mereka bisa berduaan di sana" "Entahlah" Itulah percakapan yang Sandra dengar dari dua orang karyawan yang tengah berdiri tidak jauh darinya, Sandra pun yang termasuk salah seorang wanita dengan rasa ingin tahu yang besar langsung berjalan cepat menghampiri dua orang tersebut "Ada apa,? " Tanya Sandra membuat kedua orang tersebut tersentak karena merasa terkejut. "God kau benar benar keterlaluan, sejak kapan kau berada di sekitar sini,? " Tanya Lina sambil menatap kesal ke arah Sandra yang hanya bisa menampilkan deretan gigi putihnya. "Sorry, apa yang terjadi,? " Tanya Rere sambil menatap ke arah Lina dan rona secara bergantian "Kau tidak tahu di depan lift sana orang orang sedang berkerumun dan heboh" Jawab Lina membuat kening Sandra mengerut "Memangnya ada apa,? Tanya Sandra kembali dengan rasa penasaran yang kini sudah memenuhi pikirannya. " Lebih baik kau lihat sendiri, " Saran Lina karena sedikit malas untuk menjawab pertanyaan Sandra karena mereka tahu jika seorang Sandra tidak puas dengan penjelasan mereka Sandra akan terus bertanya sampai mereka sendiri bosan untuk menjawab untuk itu Lina memilih untuk menyarank1an Sandra agar melihat langsung kejadian yang membuat se isi kantor gempar pagi ini. Seperti yang disarankan oleh Lina akhirnya Sandra melangkahkan kakinya menuju beberapa orang yang berkerumun di depan lift karyawan  “permisi permisi" ucap Sandra Sambil mencoba untuk meloloskan dirinya dari desakan beberapa karyawan dan akhirnya membuahkan hasil sandera berhasil berdiri di depan lift yang terbuka saat itu nuga Sandra langsung menutup mulutnya Yang terbuka ketika melihat pemandangan di depannya, Sandra melihat Lilian mencoba untuk membangunkan Rere dan juga Hazel " Bu, Bu Rere "ucap Lilian sambil mengguncang bahu Rere perlahan membuat Rere hanya bisa mengarang sambil mengeratkan pelukannya kepada Hazel dan hal tersebut membuat orang-orang yang berkerumun di depan lift hanya bisa saling berbisik sambil menatap dengan tidak percaya di antara mereka ada yang merasa iri karena Rere Seperti mendapat satu keberuntungan bisa memeluk Hazel saat itu ditambah lagi Hazel yang juga Tengah melingkarkan tangannya nya pada pinggang Rete " Bu Rere Anda harus bangun "ucap Lilian sambil menatap kearah belakangnya yang menampilkan beberapa karyawan yang tengah berbisik-bisik  "5 menit lagi mah Rere masih mengantuk" Racau Rere masih dengan mata terpejam sambil terus menyeruakan wajahnya pada d**a bidang Hazel, pergerakan Rere tersebut akhirnya membuat Hazel merasa terganggu dan perlahan membuka matanya, Hazel langsung mengerjapkan matanya untuk memperjelas penglihatannya dia agak sedikit tersentak ketika menyadari di depannya sudah banyak orang dan di detik berikutnya Hazel tidak kalah terkejut ketika melihat dirinya Tengah memeluk Rere yang juga Tengah terlelap, saking kagetnya Hazel langsung mendorong Rere membuatnya terbentur ke dinding lift dengan cukup keras dan langsung membuat Rere terbangun dari tidurnya  " apa-apaan sih Mah " sentak Rere yang melambat di akhir kalimat ketika di depannya bukanlah Camila melainkan Hazel yang menatapnya dengan tatapan tajam setelah itu Rere mengalihkan pandangannya ke sekitar yang sudah dipenuhi para karyawan  "Anda baik-baik saja Bu?" Tanya Lilian membuat Rere akhirnya tersadar dari lamunannya Rere langsung berdiri mengikuti Hazel yang kini tengah merapikan pakaiannya "jam berapa ini?" Tanya Rere membuat Lilian melihat jam di pergelangan tangannya " sudah jam 8 pagi Bu "jawab Lilian mata Rere membulat " apa sudah pagi ini kenapa kau tidak membangunkanku "ucap Rere membuat Lilian hanya bisa menahan dirinya untuk tidak memaki Rere saat itu juga “saya sudah mencoba untuk membangunkan Anda sedari tadi dan Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Lilian sambil menatap kearah Hazel setelah itu kembali lagi menatap Rere yang terdiam dan mengingat kejadian semalam bahwa dirinya dan Hazel tidak sengaja terkurung dalam lift semalaman  " Aku akan menceritakannya nanti lagi pula Kenapa kalian masih berdiri sini, kalian tidak bekerja? "Tanya Rere sambil menatap ke para karyawan yang masih berdiri di hadapan mereka , mereka kemudian hanya bisa menunduk hormat sebelum membubarkan diri dan menuju tempat mereka masing-masing, Rere kemudian kembali mengalihkan pandangannya kepada Lilian  "Lilian siapkan sopir Untukku Aku benar-benar harus pulang saat ini juga" ucap Rere sambil membereskan pakaian yang melekat di tubuhnya yang terasa sudah sangat lengket "Baik Bu akan saya siapkan segera" jawab Lilian Rere baru saja mengalihkan pandangannya kepada Hazel dan hendak menawarinya pulang bersama namun Hazel tiba-tiba saja melangkah lebih dulu keluar dari dalam lift  “Hai Kau mau ke mana?" Tanya Rere membuat langkah Haz terhenti kemudian berbalik menatap ke arahnya  " Bu lilin Bisakah saya libur hari ini karena rasanya saya kurang enak badan setelah terkurung semalaman di dalam lift " ucap Hazel yang mengabaikan pertanyaan dari Rere dan malah langsung berbicara dengan Lilian, padahal seharusnya dia meminta izin tersebut kepada pemilik perusahaan ini bukan pikir Rere sedikit kesal dengan sikap Hazel, Lilian tidak langsung menjawab dan malah melihat kearah Rere  "Kau bisa libur hari ini dan juga aku akan mengantarkanmu pulang" ucap Rere sambil melipat kedua tangannya di depan d**a sepertinya Rere harus menunjukkan Siapa yang menjadi bos yang sebenarnya di perusahaan ini Rere langsung memperlihatkan sikap Arogan nya di hadapan Hazel sedangkan Hazel yang merasa tidak perlu menanggapinya hanya melihat Rere dengan wajah datarnya "Terima kasih atas izinnya dan juga saya bisa pulang sendiri" jawab Hazel setelah itu kembali melanjutkan langkahnya begitu saja membuat Rere berdecih sambil menurunkan kedua tangannya " Sombong sekali dia Bukankah seharusnya dia senang karena aku berbaik hati menawarkan kan tumpangan untuknya "gerutu Rere membuat Lilian hanya bisa terdiam sejenak " Apa Anda ingin pulang sekarang? "Tanya Liliana membuat Rere akhirnya kembali menatap ke arahnya “Aku ingin cepat-cepat pulang dan mengistirahatkan tubuhku "jawab Rere sambil melanjutkan langkahnya keluar lift diikuti oleh Lilian, Rere sedikit memijat pangkal hidungnya kepalanya mulai terasa berdenyut tubuhnya serasa remuk ketika harus tidur dengan posisi yang nyaman mungkin pikir Rere ketika membayangkan semalaman dia tidur dalam pelukan Hazel bahkan saat ini aroma tubuhnya pun menyatu dengan aroma citrus dari Hazel sendiri, Rere kemudian menarik sudut bibirnya ketika bayangan semalam melintas dalam pikirannya Entah kenapa rasa kesal beberapa menit yang lalu yang dia rasakan kepada Hazel sirna begitu saja hanya karena mencium aroma Hazel melingkupi tubuhnya. Namun sepertinya hal itu tidak akan berlangsung lama karena selanjutnya langkah Rere terhenti ketika melihat seseorang yang kini tengah berdiri di hadapannya dengan senyum lebar membuat Rere malah berdecih dan membuang mukanya Alih alih membalas senyuman Manis dari calon suaminya itu
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN