Kemana

2009 Kata

Pukul 3 sore, Melvin kini telah tiba di apartemen yang berada tak jauh dari kawasan rumah sakit, bersama dengan Gia di kursi roda dan sang kakak yang dengan lembut mendorong Gia seraya memberikan kata-kata manis. Sungguh, ketika merasa stres, ia bahkan tidak pernah mendapat kata-kata semanis itu dari Rachel, batinnya tak terima. Sebuah kamar di lantai dua menjadi tujuan terakhir mereka. Dokter Rachel mengeluarkan sebuah kartu akses, menempelkannya pada layar digital yang membuat pintu berhasil terbuka. Sembari mendorong Gia, wanita tersebut kembali memasukkan kartu akses ke sebuah tempat hingga lampu apartemen yang berwarna terang menyala. Lambat laun, aroma greentea mulai masuk ke dalam indra penciuman ketiganya. "Gia tunggu disini dulu ya sama Melvin. Dokter mau siapin kamar buat kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN