15 menit kemudian, hujan telah reda. Menyisakan beberapa genangan air serta uap yang menutupi sebagian kaca bangunan di pinggir jalan. Gemilang dan Gia sudah di perjalanan pulang, udara yang dingin memaksa Gia untuk sedikit memeluk si lelaki. "Kenapa, Kak?" tanya Gia ketika motor Gemilang tiba-tiba berhenti. Untung saja kondisi jalanan saat ini tak begitu ramai. "Gia, kamu boleh turun sebentar, nggak? Biar saya cek dulu sepedanya," titah Gemilang yang langsung dituruti oleh Gia. Lelaki tersebut mengeluarkan decakan lirih. Dari semua hari, kenapa harus hari ini? Kenapa baru sekarang motornya kembali mogok? Dan kenapa ketika bersama Gia? Semua rentetan pertanyaan tak terima Gemilang ucapkan dari dalam hati. Jarak rumah Gia kurang lebih 4 kilometer lagi. Gemilang tau, hanya ada satu bengk

