Bali

2094 Kata

Keesokan paginya, di atas meja makan, sudah terhidang dua lasgna dalam wadah plastik kotak, satu mangkok tanggung salad sayur, buah-buahan serta tiga jenis minuman yang berbeda. Suasana sarapan kali ini sedikit lebih ramai daripada biasanya. Tentu saja, kelima orang yang terbiasa makan sendiri, sekarang berkumpul dalam satu tempat yang sama. Menikmati makanan, seraya berbincang ringan tentang tempat destinasi mana yang akan dikunjungi hari ini. "Kak Melvin nggak makan buah?" tanya Gia ketika melihat sang senior menolak potongan buah pir yang diberikan oleh Rachel. Dengan tetap menatap layar ponsel, Melvin menggelengkan kepala. Tangan kanannya terlihat mengangkat rendah satu cangkir kopi hitam yang tersisa setengah. "Udah, nih minum kopi," jawabnya hingga membuat semua orang terheran.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN