Wajah mabuk disertai suara mendayu dari Gia membuat Gemilang hilang akal. Jika ia tak memiliki seseorang untuk membantu mengulur waktu. Maka dirinya sendiri lah yang harus mengulur waktu itu. Masih sibuk memijat labium yang berwarna lebih gelap daripada miliknya. Aksi Gia lagi-lagi dihentikan oleh sang pemilik. Namun tetap membiarkan jarinya menekan permukaan kenyal itu. "Yakin mau cium?" suara Gemilang berubah menjadi serak. Anggukan kepala dari Gia seketika membuat tangan lawan bicaranya bergerak ke arah tengkuk. Dengan perlahan namun pasti, Gemilang menempelkan bibirnya ke bibir yang lebih tipis. Setelah dirasa tak ada tanda-tanda memberontak. Gemilang mulai melumat bibir Gia dengan lembut, si gadis memejamkan matanya. Ciuman ini terasa sangat manis dan memabukkan. Tak selang beb

