Epilog

664 Kata

Suara tawa kegembiraan itu menggema di seluruh ruang keluarga. Seorang anak kecil perempuan tertawa terbahak karena ulah abangnya. "Abang! Hahahaha geli! Udah abang hahahaha" Gadis kecil itu terus tertawa hingga suara tawa itu menjadi suara tangis. "Loh dek?! Kok nangis?" serunya terkejut. "Abang! Jangan buat bunda marah!" seru lelaki dewasa menggendong gadis kecil itu untuk menghentikan tangisnya. "Luna, sayang. Cup cup diem ya sayang, nanti dimarahin bunda kalo Luna terus nangis." "Ayah abang Lam nakal." adunya menunjuk kakaknya yang sudah kelabakan melihat sang bunda berjalan mendekat. "Ada apa?" tanya wanita itu lembut melihat putrinya dalam gendongan suaminya. "Bunda, abang nakal! Abang tadi pegang perut Luna, kan Luna geli. Luna sudah bilang berhenti tapi abang terus ngelit

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN