Beware 38

1046 Kata

Aku menatap pohon berbunga emas itu dengan wajah bingung. Pohon itu makin tersenyum lebar. Tubuhku bergidik. Aku memang bisa mendengar suara pohon dan hewan. Tapi, tidak ketika aku mematikan kemampuan. Lalu, sejak kapan aku bisa melihat pohon tersenyum??? Aku atau pohon ini yang aneh?!?! Pohon itu menggoyangkan dahannya. "Qiya, kakak harus latihan pedang. Apa Qiya mau ikut?" Mith mengusap kepalaku. Aku tersenyum. Menggeleng "Qiya masih mau berada di sini!" "Baiklah, panggil kakak kalau Qiya butuh sesuatu. Okey!" Luca mencium keningku. Aku mengangguk. Melambaikan tangan pada Luca dan Mith yang membalas lambaian tanganku. Desir angin menggoyangkan anak rambutku. Juga bunga pohon yang sekarang punya mata. Bagus! Nanti dia pasti akan punya kaki lalu kabur. "Kau sangat mirip de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN