bc

Beware of The Prince!

book_age12+
535
IKUTI
2.0K
BACA
love-triangle
reincarnation/transmigration
family
time-travel
second chance
comedy
twisted
sweet
humorous
another world
like
intro-logo
Uraian

Mati-matian belajar demi bisa lulus SNMPTN. Aku justru mati karena serangan jantung sebab terlalu senang dengan pengumuman SBMPTN. Aku hidup kembali menjadi bayi di kekaisaran dengan kaisar dan ksatria yang membenci anak perempuan. Aku harus segera kabur dari sini. Tapi, bukankah kalian terlalu menyukaiku?!?!

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
Usiaku baru 18 tahun. Aku mati-matian belajar karena tidak diterima SNMPTN. Dan, ketika pengumuman SBMPTN, aku terkena serangan jantung karena terlalu senang. Argh! Yang benar saja! Sejak kapan aku punya riwayat penyakit jantung?! Tunggu sebentar! Dimana aku? Bukankah aku sudah mati? Apakah ini surga? Kurasa bukan. Atau mungkin aku terlahir kembali? Tapi, mana mungkin seseorang yang sudah mati bisa terlahir kembali. Tapi, kenapa aku masih hidup? Yah, kurasa beberapa orang memang mendapatkan kesialan. Kalau begitu aku terlahir jadi siapa? Ah, bangunan ini terlihat sangat mewah. Apakah artinya aku lahir kembali sebagai bangsawan? Tunggu! Simbol pedang bersilang dengan kepala naga sebagai pegangan, 4 bintang di samping pedang, matahari dibagian atas, satu bintang besar di bagian paling bawah dan bulan yang ada di titik temu pedang itu?! Kekaisaran Peranto. Argh! Yang benar saja lagi! Aku tidak tahu dengan jelas tentang kekaisaran ini. Kaisar yang terletak di bagian barat Kekaisaran Terium -latar tempat utama dari novel berjudul "Mask" yang aku baca tepat sebelum mati dengan mengenaskan- selain Kaisar dan lima pangeran gila yang berada di kekaisaran ini. Argh!! Kenapa hidupku sangat menyedihkan! Setidaknya, jika memang aku bereinkarnasi, bisakah menjadi rakyat biasa atau bangsawan yang hidup dengan tenang saja! Kenapa harus jadi bayi di tempat gila ini? Tunggu? Bayi? Eh?! Aku jadi bayi. Argh, ini sangat gila! Bagaimana mungkin aku bisa kabur dengan tubuh mungil ini. Bahkan, untuk menggerakkan kakiku saja sudah susah. Tamat sudah. Selamat tinggal kehidupan keduaku. Omong-omong, aku ini bayi siapa, ya? Apa aku bayi pelayan yang dititipkan di istana? Tapi, setahuku semua pelayan akan berhenti bekerja jika sudah menikah. Atau mungkin aku ini bayi seorang bangsawan yang dititipkan. Hah, tidak mungkin juga. Bangsawan mana yang mau menitipkan anaknya di neraka seperti ini. Atau, jangan-jangan aku adalah anak kaisar? Tidak. Tidak mungkin. Bayi siapapun asal jangan yang itu. Apa mungkin aku adalah anak dari penjahat yang mereka tangkap lalu dijadikan tawanan. Lebih baik aku tidak usah lahir kembali. Lalu aku ini bayi jenis apa, ya? Di kehidupan lamaku aku adalah anak perempuan. Apa mungkin sekarang aku jadi anak laki-laki? Hmmm, jari tangan lentik. Bibir tipis. Rambut tebal yang agak panjang. Dan, yang paling penting tidak ada 'belalai gajah' Hore, aku kembali jadi anak perempuan yang tidak bahagia! Klek! "Hei, jangan berisik!" Ada yang datang! Apakah kehidupan keduaku yang baru dimulai 10 menit lalu ini akan berakhir di sini? Baiklah, aku akan menutup mata agar tidak melihat kematian keduaku yang lebih mengenaskan. "Selamat tinggal Kekaisaran Gila Peranto. Aku akhirnya akan pergi dari sini. Semoga kita tidak bertemu lagi." "Lihat tubuhnya! Kecil sekali. Tangan dan kakinya itu pasti akan langsung patah jika kita sentuh!" Aku meneguk ludah. Apakah mereka ingin menyiksaku terlebih dahulu sebelum membunuhku? Eh! Air apa ini? Apakah di luar hujan? Tapi, mana mungkin atap istana semegah ini bisa bocor? "Hei, Ash! Air liurmu menetes!" "Grrrr!" Tunggu! Air liur dan suara menggerung?!?! Seekor black panther setinggi hampir 2 m berdiri di samping kasur bayi ku. Darahku berhenti mengalir. Di sampingnya ada seorang anak laki-laki berusia 7 tahun. Apakah dia akan menjadikan ku makanan bagi black panther raksasa itu? "Ash, kau menakutinya!" Black Panther itu nampak sedih. Telinga mungilnya turun ke bawah. Lucu sekali. Argh, tidak lucu sama sekali! Tunggu sebentar! Warna rambut pirang dengan mata berwarna hijau zamrud itu! Di-di-dia, Pangeran kedua Kekaisaran Peranto. Luca Anz Peranto. Hah! Apa yang dilakukan "hewan buas kekaisaran" di sini?! Apakah dia sedang mencari daging bayi segar untuk makanan sahabat buasnya itu? "Aneh, bayi jelek ini sama sekali tidak menangis." Apa katamu?! Aku jelek? Hei, Pangeran Buas! Di kehidupan lamaku, aku ini... memang jelek, sih! Tubuhku terlalu kurus karena sibuk belajar hingga lupa makan. Wajahku dipenuhi jerawat karena kurang terawat. Tapi, walau begitu aku selalu berusaha menyisihkan waktu untuk merawat diri. Aku tahu aku hanyalah makanan untuk binatang buas itu. Tapi, kau tidak perlu mengatakan kalimat kejam itu padaku, kan? Bukan salahku jika aku lahir kembali jadi bayi yang jelek! "Hiks." "Eh! Ti-ti-tidak! Jangan menangis! Jangan menangis! Ash! Bantu aku!" Black Panther itu memasang wajah lugu. Pangeran Luca makin panik begitu air mata ku jatuh. "Hua! Hua! Hua!" Aku menangis sejadi-jadinya. Hey, bayi jelek ini punya kualitas pita suara yang bagus juga. "Apa! Apa yang terjadi! Apa Qiya baik-baik saja!!" Satu detik setelah nyanyian panjangku memenuhi ruangan megah ini, rombongan makhluk langsung datang berbondong-bondong. Apa mereka akan mengadakan pawai? Kenapa sangat heboh hanya karena calon makanan black panther ini menangis? "Luca! Apa yang kau lakukan pada Qiya?!" Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun menatap tajam ke arah Luca yang pucat persis seperti manusia yang kehilangan semua darahnya. Ah, anak laki-laki itu adalah Mith Kil Peranto, pangeran pertama sekaligus calon kaisar di masa depan. Yah, mungkin begitu jika tidak ada perebutan tahta yang biasa terjadi di antara saudara. Dia terlihat sangat mirip dengan Luca. Rambutnya pun pirang dengan mata hijau. Mungkin hanya usia dan tinggi mereka yang berbeda. "Apakah bayi kecil itu lapar?" "Ku rasa dia hanya malas melihat Kak Luca." Dua makhluk berwajah sama persis muncul di atas kepalaku. Rambut coklat dengan mata hijau itu. Mereka berdua adalah pangeran kembar kekaisaran gila ini. Niel Inx Peranto dan Kiel Inx Peranto. Usia mereka 6 tahun sekarang. "Apakah melihat wajah Kak Luca bisa membuat bayi menangis?" Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun muncul setelah digendong Niel. Dia adalah pangeran termuda, Dego Ils Peranto. Ah, usia para pangeran hanya berjarak satu tahun. Kaisar dan ratu rajin sekali, ya. "Hei! Apa maksud kalian!" Luca berseru tak terima. Pangeran kembar tertawa. "Kalian! Apa yang kalian lakukan? Kenapa meninggalkan Qiya sendirian?" Pangeran pertama menatap tajam barisan pelayan yang menunduk. Tubuh mereka bergetar hebat. Yah, aku mungkin akan pingsan jika berhadapan dengan "Anjing Gila Kekaisaran" yang membunuh ratusan tentara musuh di medan perang di usia 6 tahun. "Maafkan kami, Yang Mulia Putra Mahkota. Ka-ka-kami memang layak mati." Suara pelayan itu bergetar. "Baguslah kalau kalian sadar!" Mith menarik pedang yang tersembunyi dialam sarungnya. Aku terbelalak. Apakah meninggalkan calon makanan bagi peliharaan adiknya adalah kesalahan besar? Aku tahu Pangeran Mith ini sangat buas. Tapi, itu kan hanya terjadi di medan perang. Yang seharusnya berhati dingin itu adalah Luca yang sama sekali tidak segan memotong kepala pelayan yang tidak sengaja menjatuhkan setetes teh ke atas bajunya. Hah! Palingan dia hanya sekedar mengger... Eh, beneran diayun? "Hue!" Aku kembali menangis untuk mengalihkan perhatian Putra Mahkota gila itu. Ayunan pedang Luca berhenti tepat dileher pelayan itu. Setetes darah terjatuh dari sana. Untunglah, masih sempat! "Terima kasih, Tuan Putri!" Hari ini aku menyelamatkan satu nyawa. "Qiya, berhentilah menangis!" Luca langsung mengambil tubuhku dengan hati-hati dan mengayunkannya dengan perlahan. Wajahnya yang sekaku pakaian basah yang dijemur di musim dingin langsung menjadi hangat. Apakah dia orang yang sama dengan yang tadi? "Kalian berempat, cepat panggil Ayah!" "Tapi, kami juga ingin menggendong Qiya!" Niel dan Kiel bicara serentak. Mith langsung melayangkan tatapan tajamnya. Dan dalam hitungan detik, semua makhluk hidup dalam ruangan itu langsung lenyap. Bahkan, semut pun ikut lenyap. Kenapa mereka berebutan menggendongku? Apakah ini semacam ritual sebelum bayi dimakan black panther? "Qiya, tenanglah! Apakah kau takut karena kakak mu ini melayangkan pedang?" Wuah, Pangeran Mith ini sepertinya bisa membaca pikiran! Apa?!?!?! Ta-ta-tadi dia bilang "Kakakmu". Jadi, aku bukanlah bayi pelayan. Bayi bangsawan. Bayi tawanan. Ataupun makanan black panther. Aku adalah putri kekaisaran gila ini?! Yang benar saja! Aku rasa aku akan mati karena serangan jantung lagi.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Rise from the Darkness

read
8.6K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Rebirth of The Queen

read
3.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.8K
bc

FATE ; Rebirth of the princess

read
36.0K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.0K
bc

TERNODA

read
198.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook