Beware 1

1738 Kata
Kekaisaran Peranto. Satu dari lima kekaisaran yang muncul dalam novel "Mask" yang menceritakan tentang kisah cinta Carl Lude Terium , seorang Kaisar berhati dingin yang jatuh cinta dengan Nymph Yet Peradlo, seorang putri baron yang pergi ke Kekaisaran Terium lalu bertemu dengan pemeran utama pria di alun-alun. Aku sendiri tak tahu kenapa judul novel itu "Mask" yang berarti topeng. Mungkin karena kedua pasangan itu bertemu di alun-alun ibukota saat pesta topeng sebagai festival kemenangan perang Carl. Yah, apapun itu yang jelas pemeran utama wanita adalah pemeran utama paling sempurna diseluruh jagat dunia novel. Rambut perak dengan mata berwarna ungu muda yang sangat langka di seluruh benua. Dan, kekuatan berupa spirit cahaya yang juga sangat langka, hingga kehadiran spirit ini dianggap sekadar mitos belaka. Spirit yang membuatnya menjadi ksatria hebat di seluruh benua karena mampu mengendalikan dan bicara dengan semua spirit. Kemampuan yang bahkan bisa meruntuhkan Kekaisaran Peranto. Hah! Benar-benar hebat dan kuat. Lalu, spirit milik Carl sendiri adalah spirit bencana. Carl jarang sekali menggunakannya. Karena, sekali spirit itu digunakan, maka, satu desa bisa hancur karenanya. Itupun, kekuatan saat dia kecil. Ketika ia beranjak dewasa, kekuatannya pun meningkat. Dia bisa menghancurkan satu negara hanya dengan menggerakkan tangannya. Haha. Bicara soal spirit. Itu adalah kekuatan yang didapat semua orang ketika berusia 5 tahun. Tapi, para pangeran mendapatkannya saat usia 3 tahun. Semua orang bisa mengendalikan spirit. Bangsawan ataupun rakyat biasa. Tak ada bedanya. Tergantung sebesar apa tingkatan dan jenis spirit mereka. Spirit milik Mith adalah spirit api level 7. Level tertinggi. Dimana kekuatannya bisa membakar bumi. Spirit Luca adalah spirit tanah level 3. Level menengah. Pantas saja kualitas tanah di kekaisaran gila ini pas-pasan. Untunglah, ada banyak pengendali spirit tanah di tempat ini. Niel memiliki spirit penyembuh level tertinggi yang membuatnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit tanpa perlu melakukan eksperimen. Spirit penyembuh pun cukup langka. Hanya ada 5 pengendali spirit penyembuh level tertinggi di kekaisaran ini. Sedangkan, sisanya hanyalah level menengah kebawah. Karena memang spirit jenis ini sulit untuk dikuatkan. Kudengar, Niel adalah orang yang menghentikan wabah penyakit dua tahun lalu hanya dalam waktu 2 hari. Selain itu, spirit ini membuat penggunanya memiliki sikap yang tenang. Pantas saja, diantara 5 Pangeran, Niel bisa dibilang adalah yang terwaras. Sedangkan, Kiel, saudara kembar Niel memiliki spirit angin yang memungkinkannya bergerak dengan sangat cepat. Lalu, spirit pangeran termuda adalah spirit air. Masih level menengah. Karena usianya baru 5 tahun dan belum cukup terlatih. Setidaknya itu lebih baik daripada spirit milik Luca. Level spirit memang akan meningkat jika sering dilatih. Ah, spirit milik kaisar adalah spirit es. Kudengar dia membekukan wilayah musuh dengan kekuatannya dalam sekejap. Kekaisaran ini sebenarnya sangat hebat karena para pemimpinnya adalah pengendali spirit level tertinggi. Tapi, itu juga menjadi masalah karena ada banyak musuh yang mengincar kekuatan dan kedudukan itu. Setiap spirit bisa diambil dari pemiliknya. Asal kalian bisa mencongkel spirit stone yang tersembunyi di satu bagian tubuh pemiliknya. Maka kekuatan itu menjadi milik kalian. Tapi, tentu saja tidak semudah itu. Spirit Stone bisa disamarkan. Biasanya anak usia 6 tahun sudah bisa menyembunyikannya. Makanya, tidak ada satupun pembunuh yang berhasil mengambil spirit stone dari tubuh kaisar ataupun para pangeran. Karena mereka harus membunuhnya terlebih dahulu agar spirit stone itu muncul. Yah, sebelum membunuh jelas mereka akan dibunuh terlebih dahulu. Sebenarnya, itu bukan masalah besar bagiku. Karena jelas aku akan kabur dari istana itu sebelum mendapatkan spirit. Menjadi putri kaisar memang sebuah keberuntungan yang sangat hebat. Kecuali, jika kalian menjadi putri kaisar dari kekaisaran yang membenci anak perempuan. Di beberapa halaman dalam novel itu dijelaskan jika Kekaisaran Peranto tidak suka memiliki anak perempuan. Makanya semua anak perempuan mati secara tak wajar sebelum mendapatkan spirit. Karena, katanya spirit anak perempuan Kekaisaran Peranto adalah spirit kutukan dari naga yang dibunuh nenek moyang mereka pada jaman dahulu. Besar kemungkinan, para pangeranlah yang membunuh adik perempuan mereka karena merasa mereka adalah aib keluarga. Tapi, kalau begitu, bukankah seharusnya para pangeran langsung membunuhku dan bukannya berusaha menghiburku yang sedang menangis? Apa yang salah dengan kekaisaran ini? Lalu, bukankah berlebihan menempatkan semua pengawal di istana putri? Sebenarnya, apa yang dipikirkan kaisar dan para pangeran? Aku memang ingin melarikan diri dari kekaisaran gila ini. Tapi, bukan sekarang! "Nyot! Nyot! Nyot!" Aku menghisap botol berisi s**u yang disiapkan pelayan 10 menit lalu. s**u ini sangat enak. Ternyata jadi bayi ada bagusnya juga. "Tuan Putri, saatnya untuk bersendawa." Pelayan itu mengangkat tubuhku pelan lalu menggendongku dalam pelukannya. Tangannya menepuk punggungku pelan. "Hei, kalau terus ditepuk begitu. Nanti bisa-bisa aku...." "Burp!" "Wuah, Tuan Putri hebat!" Apakah hal memalukan itu patut mendapatkan pujian? "Nah, sekarang saatnya tidur!" Pelayan itu menepuk b****g ku pelan sembari menggoyangkan tubuhnya. "Hei! Jangan menepuk bokongku! Nanti bisa-bisa aku ter...." "Hoam!" Qiya: 0 Pelayan : 1 *** Tubuh bayi ini sangat payah. Seharian ini yang kulakukan hanyalah makan, tidur dan menangis. Kapan aku tumbuh besar?! "Qiya, kakak datang!" Luca membuka kedua pintu kamarku layaknya polisi yang sedang menggerebek tempat pesta miras. Apakah istana ini tidak memiliki pelajaran tata krama? Kenapa makhluk ini selalu datang tiba-tiba dan mengganggu jam makan siangku? "Ash, mundur! Aku harus jadi orang pertama yang melihat wajah Qiya!" Apa-apaan sikapnya itu. Berani sekali dia memerintah seekor black panther yang jelas bukan orang. Dan, orang pertama yang melihatku itu adalah pelayan tau! Ash menurut. Black Panther dengan bobot 1 ton itu diam di tempat dan kembali melangkah begitu Luca sudah menyentuh kotak bayiku. Makhluk itu langsung menggendongku. "Kyaaaa, Qiyaku sayang! Apakah Qiya rindu dengan kakak kesayangan Qiya ini?" Aku memasang tampang datar sebagai balasan. Mana mungkin aku merindukan orang yang pertama kali membuatku menangis begitu aku membuka mata di dunia gila ini. Lalu, makhluk yang menatapku gemas ini bisa saja menjadi orang yang membunuhku di masa depan. "Aku tau Qiya sangat merindukanku hingga tak mampu bicara!" Luca menggosokkan pipinya di pipi tembamku. "Mana mungkin aku bisa bicara dengan mulut berisi botol s**u! Dasar Luca bodoh!" "Hei! Bisakah kalian pergi? Aku hanya ingin berduaan saja dengan adik kesayanganku!" Luca menatap para pelayan yang berdiri tak jauh dariku. "Maaf, Yang Mulia Pangeran Kedua, Yang Mulia Kaisar meminta kami untuk tetap berada di dekat Yang Mulia Tuan Putri." Pelayan itu menunduk hormat. Bukankah ada terlalu banyak kata "Yang Mulia" dalam kalimatnya? "Hah! Apa boleh buat kalau ayah yang memerintahkannya." "Luca! Kau bolos pelajaran tata krama dan pengendali spirit lagi!" Mith datang dan membuka pintu kamarku lebih buruk dari Luca. Sekarang aku tahu kenapa level spirit dan tata krama Luca sangat rendah. "Luca! Beraninya kau pergi ke kamar Qiya dan menganggu jam makan siangnya. Cepat letakkan bayi itu!" Mith mengambil alih tubuhku. Dengan cepat makhluk itu merebahkan tubuhku. Untunglah, kasur ini sangat lembut. "Hei!" Luca berseru. Tak terima Mith mengambil tubuhku. Luca langsung melayangkan tatapan membunuhnya yang membuat binatang buas kekaisaran sekalipun terdiam. "Terima kasih Yang Mulia Putra Mahkota karena sudah menyelamatkan diriku dari gangguan makhluk ini. Tapi, aku ini bukan barang tau! Ugh, leherku rasanya tak nyaman." Para pelayan yang melihat tingkah Pangeran Putra Mahkota hanya diam. Jelas sekali akan ada pemotongan kepala pelayan jika mereka berani menegurnya. Baiklah, mari kita lakukan hal hebat. "Hua!" Saatnya nyanyian Qiya memenuhi ruangan ini. "Lihatkan! Qiya menangis karena terpisah dariku!" "Matamu!" "Qiya, kenapa kau menangis. Tenanglah! Mau s**u?" Aku menepis botol s**u yang disodorkan Mith. Mith langsung menatap tajam pelayan yang berdiri tak jauh dari Ash yang tengah mandi. "Sa-sa-saya rasa itu karena Yang Mulia Tuan Putri merasa tidak nyaman." Pelayan itu menundukkan kepalanya dengan mata terpejam. "Apakah karena aku menidurkannya dengan kasar?" Mith menatapku yang terus menangis. "Mith Kil Peranto! Luca Anz Peranto! Kalian berdua segera kembali ke kelas kalian!" Sesosok pria berpakaian mewah membuka pintu kamarku lebih buruk dari Mith. Apakah orang-orang di sini punya masalah dengan pintu kamar ku? "Tapi, Ayah..." Ayah? Kalau begitu dia adalah Fran Jin Peranto, sang kaisar sekaligus ayahku. Tamat sudah riwayatku. Kaisar mengangkat tangannya dan muncul serpihan es tajam di sana. "Atau kalian mau berlatih dengan Ayah?" "Kami pergi dulu!" "Dah, Qiya!" "Hei, betulkan leherku dulu sebelum pergi, Mith Bodoh!" "Ash, kau tetap di sini. Jaga Qiya!" Ash menggerung pelan. Dengan sigap duduk di samping kotak bayiku. Sebenarnya, Black Panther ini sudah disogok dengan apa, sih? Ikan sarden? Kaisar berjalan mendekati kotak bayi ku. Argh, Ash! Jika kau memang ditugaskan menjagaku, kau seharusnya menyerang pria itu! Kenapa kau malah melanjutkan menjilati tubuhmu?! Kaisar ini adalah kaisar yang memenggal belasan kepala musuh dengan sekali tebas. Kaisar yang tidak segan menggantung kepala pemberontak di alun-alun. Dan orang yang tidak segan membunuh kakaknya untuk naik tahta. Dia bahkan membunuh ketiga kakaknya yang lain agar tidak ada keturunan kaisar selain dirinya. Kaisar menggerakkan tangannya. Barisan pelayan itu pergi. "Tidak! Jangan pergi!" Rambut pirang dengan mata berwarna hijau itu menatapku. Entah mengapa rasanya seperti melihat Pangeran pertama dan kedua dalam tubuh orang dewasa. Mereka mirip sekali. Hawa dingin menyelimuti tubuhku. Bahkan, tatapan matanya saja sudah sedingin ini. Kaisar gila itu menatap mataku lamat-lamat. Lantas tersenyum. Ugh, entah kenapa ada bunga menari di sekitarnya. Apa mataku salah lihat? Kemana perginya pria garang tadi? "Wuah, Qiya! Putri kecil Ayah ternyata punya warna mata yang sama dengan Ibu! Wajah Qiya juga mirip sekali dengan Ibu!" Kaisar Peranto itu mengangkat tubuhku. Ibu, ya? Kalau aku adalah anak kaisar. Maka, Ibu adalah istri kaisar. Tapi, istri kaisar itu siapa, ya? Aku lupa! Lalu, warna matanya itu apa? Cepat beritahu aku! Kaisar terus menatapku. Ugh, apa yang dilakukan bayi ketika berada dalam situasi berbahaya seperti ini? Baiklah, mari kita lakukan kilauan maut! "Gyu! Hahahaha!" Aku meluruskan tangan pendekku dan menggerakkan jarinya sembari tertawa kencang. Jleb! Sebuah panah menancap menembus jantung kaisar Peranto. Untuk pertama kali dalam hidupnya, dia mengenal kata "Imut" "Aaaaa, Qiyaku sayang!" Kaisar menggosokkan pipinya. Entah mengapa aku merasa Deja Vu. "Ma-ma-maaf, Yang Mulia Kaisar, ini waktunya bagi Yang Mulia Putri Pertama minum susu." Seorang pelayan menunduk penuh hormat sembari membawa nampan berisi s**u. Bunga-bunga yang mengelilingi tubuh kaisar itu berganti menjadi gumpalan bola berwarna gelap. Kemana perginya kaisar yang penuh tawa tadi? "Baiklah!" Kaisar memberikan tubuhku dengan perlahan pada pelayan yang menunduk dengan tubuh gemetar. Tatapan mata kaisar seolah berkata, "Berani sekali kalian menganggu waktuku dengan Qiyaku!" Aku tersenyum menatap pelayan yang langsung memelukku. Hey, bunga-bunga itu juga ada di tubuh pelayan ini. "Gyu! Gyu!" Pelayan itu tersenyum. Kaisar langsung menatap mereka tajam. Senyum itu pudar. "Kalian dipecat!" Jder! Kilat menyambar ruangan itu. Apa pelayan ini baru saja melakukan kesalahan besar? Tunggu, jika hanya dipecat berarti hanya kesalahan kecil. Aku menatap kaisar berkaca-kaca. Mata biruku nampak berkilau karena air mata. "Baiklah, baiklah! Qiya sepertinya menyukai kalian." Kaisar langsung melangkah pergi dengan wajah lesu. "Terima kasih, Tuan Putri!" Hari ini Qiya menyelamatkan dua gaji!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN