Prilly terduduk melamun dibelakang rumahnya dan sesekali menatap layar iphonenya.
"Bahkan ali gak menghubungiku kenapa aku gak ada disana. Apa dia sudah melupakanku? Or mulai fokus sama nessa? Apa secepat ini aku gak berharga lagi dimata ali?" batin prilly menghapus air matanya.
"Mencoba untuk ikhlas tapi tetap saja gak bisa ikhlas. Bodoh banget loe prill masa iya loe mau berbagi suami sama wanita lain" ujar prilly tersenyum mengejek dirinya sendiri
Tetapi matanya malah mengeluarkan cairan bening bertolak belakang dengan senyumnya.
Prilly menatap perut buncitnya dan mengelusnya perlahan
"Maafin mommy sayang, mommy yg biarin daddy kamu menjauh dari kita. Mommy pikir gak akan sesakit ini rasanya, bener-bener sakit" prilly menarik nafasnya yang tertahan menahan isakannya.
"Sebenernya mommy gak rela berbagi daddy kamu sama siapapun. Kamu pasti merasakan apa yg mommy rasakan kan" gumam prilly mengelus perut buncitnya.
"Kamu kekuatan mommy nak,, mommy mampu bertahan karena kamu sayang"
Lain halnya dirumah sakit, ali sedang sibuk menyuapi nessa yang masih menggunakan gaun pengantinnya, sedangkan ali sudah melepas jasnya dan melipat kemejanya hingga siku.
"Ali, ini berasa mimpi lho.. Aku bener-bener bahagiaa banget" sahut nessa antusias dan ali hanya tersenyum
"Dan kalaupun ini mimpi, aku gak mau bangun lagi. Aku ingin terus berada disamping kamu li" ujar nessa
"Iya ness, sekarang kan aku juga udah ada disamping kamu" sahut ali sambil menyuapi nessa
"Kamu juga bahagia kan li?" tanya nessa
"Gimana keadaan prilly yah, dia pergi kemana? Dan dia sedang apa sekarang? Apa sekarang dia sedang menangis or menyesali semua ini. Ya tuhan tolong lindungi istri dan anakku" batin ali
"Ali" nessa memegang lengan ali membuat ali sadar dari lamunannya
"Iya kenapa?"
"Kamu melamun, li?"
"Agh tadi... Ngguk xxo aku gak melamun,, hanya sedikit lelah aja. Kenapa ness? Kamu mau minum?" tanya ali salting
"Emm... Enggak xxo li." nessa tersenyum kecil
"Pasti kamu lagi mikirin prilly kan li?" batin nessa
"Oia li, kayaknya seru dech kalau kita honeymoon... Aku ingin banget pergi ke pantai." sahut nessa semangat
"Honeymoon???" ali sedikit kaget dengan ucapan nessa
"Iya,, mau yah li" bujuk nessa
"Kita gak bisa honeymoon ness,, kita gak akan kemana-mana" ujar ali
"Lho kenapa? Kita kan pengantin baru" nessa mengkerutkan dahinya heran
"Inget ness, masih ada prilly istri pertamaku apalagi sekarang dia sedang hamil muda,, aku gak bisa ninggalin dia sendiri disini. Dia membutuhkanku ness" jelas ali membuat nessa terpaku
"Tolong hargai keberadaan prilly, kamu harus bisa berbagi. Dia bisa nerima kamu dan berbagi suaminya. Aku harap kamu juga seperti itu" tambah ali
"Baiklah" sahut nessa
"Aku gak mau berbagi li, aku hanya ingin kamu buat aku aja.. Apa gak bisa li? Baru aja aku merasakan bahagia dan sempurna tapi kenapa mesti ada prilly sich ditengah-tengah hubungan kita??" batin nessa
"Besok kita akan pulang kerumahku. Lebih baik sekarang kamu ganti baju dan bersih-bersih. Mama anna yang akan bantu kamu" ujar ali
"Kamu mau kemana li?"
"Aku mau ke mesjid"ali beranjak pergi setelah mama anna masuk
Dimesjid ali solat dan berdoa dengan khusu, mengeluarkan semua beban didalam hatinya hingga tanpa terasa cairan bening keluar dari sudut matanya.
Dikediaman rumah ali dan prilly.
Prilly duduk dimeja makan sendirian. Sambil menatap semua masakan yang sudah dia sajikan dan berharap ali akan pulang. Hingga sebuah pesan membangunkan lamunannya. Prilly segera mengambil iphonenya dan membuka pesan.
Assalamu'alaikum bie sayang
Maaf bie sepertinya malam inu aku menginap dirumah sakit. Besok pagi nessa akan pulang kerumah kita
Kamu pasti belum makan yah karena nunggu aku
Makanlah sayang, dana segeralah istirahat.
Jaga kondisi kamu dan calon bayi kita
I miss you so much bie
Tanpa terasa cairan bening keluar dari sudut matanya dan mengalir membasahi pipi.
"Apa sekarang nessa lebih penting buat kamu li?" prilly beranjak dari tempatnya dan membiarkan makanan diatas meja begitu saja tanpa disentuh.
Dikamar prilly menatap lurus kedepan sambil mengelus perutnya. Sesekali air matanya jatuh membasahi pipi
Tidak berbeda dengan ali. Ali terdiam dikursi samping ranjang nessa yang sedang terlelap. Bukan nessa yang ali perhatikan melaikan matanya menerobos menatap keluar jendela. Pandangannya kosong dan otaknya terus berputar memikirkan prilly.
***
Keesokan harinya prilly mencoba melupakan semuanya, dan membuang semua makanan yang semalam. Dan memasak lagi untuk makan siang
Pukul 10.30 terdengar suara mobil ali. Prilly segera melepas celemek dari tubuhnya dan sedikit berlari kedepan membuka pintu.
Saat pintu dibuka terlihat ali tengah menggendong nessa dan membantunya duduk dikursi roda.
Prilly yang awalnya kaget, kini mencoba tersenyum sebaik mungkin untuk menyambut kedatangan mereka dengan hangat seakan tidak terjadi apa-apa.
"Hallo tante anna" prilly cipika cipiki dengan anna
"Hallo sayang" anna pun membalas prilly dengan hangat.
"Hai ness, gimana keadaan kamu?" prilly memeluk nessa
"Alham baik prill" nessa tersenyum singkat
Setelah cipika cipiki dengan nessa, mata prilly bertemu dengan mata elang ali.
Keduany bertatapan cukup lama, seakan keduanya mengetahui kekalutan dihati keduanya.
Prilly menelan air liurnya sendiri dan langsung memalingkan pandangannya ke tante anna
Prilly meninggalkan ali dan nessa, dan mengajak tante anna untuk masuk duluan.
Kini keempatnya tengah menikmati makanan dimeja makan.
"Ness, ini aku buatin sayur bening. Katanya bagus buat kesehatan kamu. Makanlah" sahut prilly menyodorkan wadah sayur kearah nessa
"Makasih" sahut nessa tersenyum
"Kamu pinter banget masak yah sayang, enak banget lho masakan kamu" puji anna
"Dia memang jago memasak, gak bosen buat slalu makan masakannya" sahut ali tersenyum menatap prilly membuat prilly merona. Membuat nessa cemburu dibuatnya.
Ohok ohok ohok
Nessa terbatuk, ali, prilly dan anna melihat kearah nessa
"Kamu gpp sayang? Pelan pelan makannya" ujar anna menyodorkan minum ke nessa
"Mama ini apa apaan sich? Aku cuma mau ngalihin perhatiannya ali aja" batin nessa sebal
***
Hari sudah mulai gelap dan anna berpamitan untuk pulang. Prilly masuk kekamarnya dan segera mengunci kamarnya. Sedangkan ali masih membantu nessa untuk beristirahat dikamarnya.
Nessa sudah berbaring dan alo menyelimuti tubuh nessa.
"Selamat malam ness, tidurlah yang nyenyak" ucap ali membelai rambut nessa dan beranjak keluar kamar nessa.
Nessa terus menatap punggung ali nanar hingga ali hungga dibalik pintu.
"Kenapa gw slalu mengharapkan perhatian lebih dari ali? Harusnya gw sadar dia nikahin gw karna kasihan bukan atas dasar cinta" batin nessa
Ali berjalan menuju kamarnya dengan prilly. Saat knop diputar ternyata pintunya dikunci dari dalam dan tidak bisa dibuka.
"Xxo dikunci sich?" gumam ali
"Bie sayang, kenapa dikunci sich? Ayo dong buka pintunya"teriak ali sambil mengetuk pintu tetapi tidak ada sahutan dari dalam
"Bie aku tau kamu belum tidur, ayo buka dong pintunya" teriak ali lagi terus mengetuk pintu kamarnya
Prilly terus mondar mandir didepan pintu.
"Gw gak boleh egois, gw harus rela dan ikhlas. Ini malah pertama mereka" batin prilly
"Bie" tambah ali lagi
"Aku gak bisa buka pintunya" sahut prilly akhirnya bersuara
"Kenapa?" tanya ali heran
Prilly berjalan mendekati pintu dan bersandar kepintu
"Sekarang itu malam pertama kalian, aku gak mau ganggu kalian. Pergilah li, temani nessa. Aku gpp xxo" sahut prilly berusaha menormalkan suaranya agar tidak terdengar bergetar.
"APA??????" ali bener-bener kaget dengan ucapan prilly. " kamu jangan gila dech bie, aku gak bisa tidur sama dia" ucap ali
"Kenapa? Kalian kan udah sah jadi suami istri"
"Aku gak bisa, aku tidak mencintainya. Udah dech jangan maksa. Cepet buka pintunya, aku ingin ganti baju" sahut ali
"Piyama kamu udah aku simpen dilemari kamar nessa, pergilah kan temani nessa" ujar prilly
"Jangan kayak anak kecil dech prill, cepet buka pintunya aku lelah. Besok aku harus ke resto" sahut ali mulai jengah
"Maafn aku li, aku gak bisa.. Tidurlah bersamanya" gumam prilly terdengar berat. Menandakan prilly tengah menangis
Ali mengusap wajahnya kasar dan beranjak.
Prilly menyadari kepergian ali. Langsung terduduk lemas dilantai dan terisak.
Semalam prilly tidak bisa tidur. Pikirannya terus terfokus ke ali. Bayangan-bayangan negative tentang apa yang sedang dilakukan ali dan nessa terus terlintas dikepalanya.
"Apa yang sedang mereka lakukan skarang? Apa mereka melakukan malam pertama mereka? Apa ali benar-benar melakukannya? Aku bener-bener gak tenang dan penasaran. Aku harus cek kekamar nessa dan liat apa yang sedang mereka lakukan" batin prilly
Prilly menghapus air matanya dan beranjak keluar kamar. Saat keluar kamar, prilly bener-bener kaget dan tak percaya melihat ali yang tertidur disofa ruang keluarga dekat kamarnya dengan prilly dengan memeluk jasnya.
"Jadi ali gak kekamar nessa? Istri macan apa aku ini yang udah suudzon pada suami sendiri dan ngebiarin suaminya tertidur disofa yang sempit ini. Maafkan aku sayang" batin prilly
Prilly kembali kekamarnya dan keluar lagi dengan membawa selimut. Diselimutinya tubuh ali dan mengambil jas yg ali peluk.
Prilly duduk dilantai mensetarakan wajahnya dengan wajah ali yg sedang terlelap
"Aku seneng kamu masih menjaga cinta kita dan kesetiaan kamu, kamu gak ingin bener-bener ngelukai hati aku" batin prilly membelai wajah ali sambil tersenyum dan mencium singkat bibir ali.
"Good night sayang" sahut prilly dan beranjak kembali kekamar.
Prilly tertidur kembali dikamarnya dengan memeluk jas ali dan menghirup aroma tubuh ali hingha terlelap.
***
Prilly terbangun dan merasakan asa sebuah tangan kekar memeluknya. Jas yanh tadi dia peluk kini sudah hilang entah kemana, kini dihadapannya sosok yang selama ini prilly rindukan.
Prilly tersenyum saat mendongakkan kepalanya dan menatap wajah ali yg masih terlelap dan sangat dekat dengannya. Prilly sudah sangat merindukannya, langsung memeluk erat tubuh ali dan mencium aroma tubuh ali dalam-dalam
"Kamu sangat merindukanku yah bie?" tanya ali dan langsung membuat prilly melonggarkan pelukannya dan menatap wajah ali yang masih menutup matanya
"Kenapa? Malu yah"ali membuka matanya dan menatap prilly
"Emm..ngguk xxo !! Siapa yang kangen kamu,, kepedean kamu" sahut prilly menutupi kegugupannya
Bener nich gak kangen? Tapi detak jantung ini bukan detak jantung aku lho" goda ali membuat prilly langsung menjauhkan dadanya dan memegang dadanya.
"Apalagi yang nyuri-nyuri ciuman disaat sedang tidur, pasti sangat kangen aku" tambah ali berhasil membuat prilly merona
"Cie cie pipinya sampe merah gitu udah kayak kepiting rebus" goda ali
"Ikhh ali kamu apaan sichh,, puas kamu ledekin aku" sahut prilly bangun dari tidurnya.
Ali tertawa puas karena berhasil menggoda istrinya yg mungil itu.
Prilly memukuk ali dengan bantal karena sebal dan mengerucutkan bibirnya. Ali langsung mencium bibir prilly membuat prilly terpaku dan berhenti memukuli ali.
"Kamu lucu" ujar ali dan beranjak ketoilet. Prilly langsung tersenyum bahagia dan memegang bibirnya
Prilly tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk ali dan nessa, nessa menghampiri prilly saat hendak menanyakan ali, ali datang menuruni tangga dan menghampiri prilly
"Bie tolong dong ini rapihin dasi aku, hari ini aku ada pertemuan penting dengan salah satu kolega" sahut ali
Prilly tersenyum dan langsung merapihkan dasi berwarna merah bata, lalu menepuk pundak jas ali membersihkannya dari debu dan pemandangan itu tak luput dari tatapan nessa.
"Selesai" ujar prilly
"Makasih sayang" ali tersenyum dan mencium kening prilly cukup lama membuat nessa terbakar cemburu dan terbatuk-batuk
Ali dan prilly menatap nessa. Ali segera memberikan air kehadapan nessa dan nesaa langsung meneguknya habis.
Mereka pun menikmati sarapan mereka dalam diam.
Selesai sarapan, prilly mengantar ali kedepan dan nessa mengintip dari jendela melihat kemesraan ali dan prilly
"Kapan kamu akan perlakukan aku seperti itu li?" batin nessa
***
Ali masuk kedalam kamar, dan terlihat prilly tengah membalur kedua kakinya dengan minyak gosok.
"Sayang, kamu lagi apa?" tanya ali dan duduk disamping prilly
"Ekh sayang, kamu udah pulang? Aku xxo gak denger kamu ketuk pintu?" tanya prilly menghentikan aktivitasnya
"Tadi nessa sudah menungguku didepan rumah" sahut ali
"Oh pantas saja, aku buatin kamu teh dulu yah" sahut prilly hendak beranjak
"Tidak perlu sayang, nanti saja. Kaki kamu kenapa?" tanya ali
"Kaki aku pegel" sahut prilly
"Kaki kamu xxo bengkak sich sayang? Dua-duanya lagi. Kamu keseleo?" tanya ali khawatir
"Ngguk xxo sayang, kata mama sich kalau wanita hamil kakinya bengkak gini gak masalah, itu bawaan bayi. Cuma tetep harus sering digosok pake minyak gosok" jelaz prilly
"Oh gitu, ya udah sini" ali mengambil minya gosok dari tangan prilly,
"Kamu mau ngapain sayang?" tanya prilly heran
"Aku mau mijitin kaki kamu, katanya pegel" sahut ali mulai mengoleskan minya gosok ke kaki prilly dan memijitnya lembut.
Prilly tersenyum menatap ali. Sesekali dengan jahilnya ali menggelitik telapak kaki prilly membuat prilly tertawa dan mencoba membalasnya dengan menggelitik pinggang ali. Membuat ali juga ikut tertawa.
Nessa terdiam dibawah tangga dengan membawa gelas berisi teh buat ali. Memperhatikan pintu kamar ali dan prilly yang tertutup dan hanya terdengar suara tawaan prilly dan ali
"Bahagia banget mereka,, aku juga ingin bisa tertawa lepas seperti itu bersama ali" gumam nesaa tanpa terasa cairan bening keluar dari sudut matanya.
****