Episode 9

1747 Kata
Prilly terus menangis, seraya menatap kearah pintu berharap ali datang. Prilly tidak bisa tidur, dia benar-benar resah. Apalagi selama prilly hamil, dia tidak bisa jauh-jauh dari ali dan tidak bisa tidur tanpa ada ali disampingnya dan tanpa ada pelukan dari ali. "Kamu dimana sich sayang, kenapa kamu pergi gitu aja." ujar prilly mempererat pelukannya ke bantal ali hingga tanpa terasa prillypun tertidur dalam posisi seperti bayi dan masih memeluk erat bantal yang biasa ali pakai. Pukul 6 pagi, ali masuk kedalam kamar dan melihat prilly yang tertidur. Ali berjalan mendekati prilly dan menatap wajah prilly yang sembab dan masih ada sisa air mata disudut matanya. "Kenapa kamu lakuin ini prill? Kenapa kamu nyakitin hati kamu sendiri, aku gak ngerty dengan jalan pikiran kamu. Kamu ngorbanin hati kamu hanya untuk kebahagiaan orlan, aku sayang sama kamu. Dan aku gak mungkin ngekhianatin kamu, aku gak bisa ngeduain kamu... Aku gak bisa prill" batin ali menatap sendu prilly Ali mengelap sisa air mata disudut mata prilly dan menyelimuti badan prilly hingga leher. * Prilly terbangun dan langsung melihat ali yang baru keluar dari kamar mandi. Ali menatap prilly sekilas dan segera memalingkannya kearah lain. "Sepertinya ali masih marah, dia sangat dingin sama aku. Gimana caranya aku bertanya ke dia, aku bener-bener merasa bersalah" batin prilly menatap ali dengan rasa canggung, tetapi tersirat perasaan lega dari wajahnya karena ali tidak apa-apa. Ali beranjak hendak keluar kamar setelah memakai pakaian kerjanya tapi terhenti diujung pintu. "Mandilah, akan aku siapkan sarapan buat kita" sahut ali datar dan berlalu pergi Prilly terpaku ditempatnya. Semarah-marahnya ali. Dia masih tetap perhatian kepada prilly. *** Prilly berjalan menghampiri meja makan, dan terlihat ali sedang menata makanan diatas meja makan. "Makanlah" ujar ali tanpa menatap wajah prilly Prilly duduk disalah satu kursi dan tak lama alipun ikut duduk dan mengambilkan nasi goreng kedalam piring prilly, "Ali... Aku-" gumam prilly tertahan karena takut ali akan marah lagi. "Aku lagi gak mau bahas apa-apa,, makanlah" sahut ali datar Deg Prilly menelan air liurnya sendiri, ternyata ali masih marah. Prilly mencoba mendongakkan kepalanya dan menatap wajah ali yang sedang sibuk makan. Terlihat rahangnya masih mengeras menandakan ali sedang menahan amarah. Prilly mengurungkan niatnya untuk bertanya pergi kemana ali semalam. Dan mulai menyantap makanannya dalam diam. *** Prilly terdiam diayunan yang berada dibelakang rumah, pikiran prilly melayang entah kemana hingga tersadar oleh suara dering dari handphonenya. "Hallo" "......." "Prilly sedang ada dirumah tante anna,, kenapa?" "......" "Apa????? Nessa kritis tante?" "....." "Baiklah, aku akan segera kesana bersama ali" Prilly menutup telponnya. Dan menghela nafas "Aku harus gimana sekarang? Aku bingung harus apa" sahut prilly menutup wajahnya. *** Kini prilly berdiri didepan pintu besar berwarna coklat kayu. Ragu-ragu mengetuk pintu hingga sang empu menyuruhnya masuk. Prilly masuk dan langsung bertemu dengan mata elang milik ali. Tak lama ali memalingkan wajahnya kembali ke laptopnya, membuat prilly semakin deg-degan. "Ada apa kamu kesini bie?" sahut ali terdengar lembut "Mudah-mudah ali udah gak marah lagi" batin prilly "Hei,," Prilly tersadar dari lamunannya saat ali menepuk pundaknya. Prilly tersenyum dan ali menggiring prilly duduk disofa "Kamu gpp kan bie?" tanya ali "aku gpp xxo... Aku kesini cuma mau-" ucapan prilly tertahan "Apa ali akan langsung marah lagi kayak kemarin kalau aku bilang masalah nessa" batin prilly "Kenapa? Apa yg kamu pikirkan?" tanya ali heran menatap prilly "Ali,, nessa sekarat" gumam prilly hampir tidak terdengar tapi mampu didengar ali Ekspresi ali yang tadinya tenang kini mulai menegang dan memalingkan pandangannya dari prilly. Prilly yang sadar akan respon ali segera memegang perutnya takut ali langsung membentaknya lagi dan membuat bayinya kaget. Tapi ali malah terdiam tak bergeming membuat prilly heran. "Tidak ada salahnya kan kalau kita jenguk dia" tambah prilly ragu-ragu "Apa kamu yakin dengan keputusan kamu itu?" tanya ali dan kini menatap intens mata prilly "A-aku akan berusaha ikhlas li" ucap prilly gugup dan menunduk "Kita lihat keadaannya dulu" sahut ali mengambil kunci mobilnya dan berlalu bersama prilly *** Ali dan prilly sampai di depan ruangan nessa, terlihat dari jendela besar nessa masih tertidur diruang icu dengan beberapa alat medis terpasang dibadannya. "Dokter bilang keadaannya semakin kritis, dia tidak akan bisa bertahan lama kalau kondisinya seperti ini. Dia terus menyiksa dirinya dengan tak mau makan apapun. Dia juga sering melamun dan menangis dalam kesendiriannya. Aku semakin gak tega melihatnya seperti itu." ujar anna ditengah isakannya Ali masuk kedalam ruangan dan mendekati ranjang nessa, sedangkan prilly menemani tante anna dan mencoba menenangkannya yang tengah menangis. Ali menatap wajah nessa yang sangat pucat. "Apa yang harus gw lakukan sekarang? Apa gw harus ngekhianatin prilly disaat dia tengah mengandung anak gw" batin ali yang kalut Nessa membuka matanya perlahan dan langsung menatap manik mata ali. "A-ali" gumam nessa "Gimana keadaanmu nes?" tanya ali "Aku baik, mau apa kamu kesini li? Kamu mau mentertawakanku karena kondisiku sekarang? Atau kamu mau ngucapin bela sungkawa buat aku? Aku gak butuh li, lebih baik kamu pergi" sahut nessa ketus "Aku akan melakukan apa-apa, aku hanya menengok temanku yang sedang sakit" sahut ali "Teman.... Aku gak pernah bisa lebih dari itu buat kamu" sahut nessa tersenyum kecut "Kamu gak pernah bisa lihat hati aku dan ketulusanku, sampai aku minta belas kasihanmu saja kamu tidak memberikannya li. Jadi buat apa kamu kesini sekarang? Aku gak mau kamu disini, kamu hanya buat aku semakin sakit li" teriak nessa dengan suara yang serak dan air mata yang sudah terurai. "Tenanglah ness, kamu sedang sakit" sahut ali mencoba menenangkan nessa dan duduk disamping ranjang nessa. Nessa terbangun dari tidurnya dan memposisikan badannya duduk. "PERGI DARI SINI ALI, AKU GAK MAU KAMU DISINI. SEMAKIN LAMA KAMU DISINI SEMAKIN SAKIT HATI AKU LI, TOLONG PERGILAH" teriak nessa histeris membuat anna dan prilly masuk dan mendekat karena kaget "Tenanglah ness" ali mencoba menenangkannya tapi nessa terus berontak "PERGI KALIAN PERGI,, AKU GAK BUTUH BELAS KASIHAN DARI KALIAN BERDUA.... PERGI" teriak nessa semakin histeris Dan tanpa berkata apapun ali langsung memeluk nessa. "Tenanglah,," sahut ali lembut Prilly yang melihatnya seakan tertimpa beban berat mengenai kepalanya. Segera memalingkan pandangannya dan sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak sampai jatuh. Nessa menangis terisak dalam pelukan ali. Ali membelai kepala nessa lembut. "Jangan seperti ini ness,, kamu harus berjuang untuk hidup kamu. Dan" ucapan ali tertahan dan memejamkan matanya "Aku akan menikahimu" sahut ali Bagaikan tersambar petir prilly langsung menatap ali yang memunggunginya tak percaya. Sakit. Itulah yang prilly rasakan tanpa bisa ditahan lagi airmatanya jatuh membasahi pipi. "Apa kamu serius ali?" tanya nessa tak percaya "Iya aku serius,, kita akan menikah lusa" sahut ali yakin membuat nessa tersenyum senang. Prilly yang masih terpaku dan mulai mencerna baik-baik ucapan ali. Langsung tertunduk menahan rasa sakitnya. Mendengar suaminya sendiri melamar wanita lain dihadapannya. "Lusa? Kalau begitu aku akan sibuk mengurusi semuanya, Tapi aku boleh yah undang sodara aku dan aku juga mau memilih gaun pengantin yang paling cantik" sahut nessa ceria dan manja "Beli lah sesukamu" sahut ali tersenyum dan membelai kepala nessa "Kamu tenang aja sayang, mamah yg akan siapin semuanya buat kamu" sahut anna tersenyum Prilly yang semakin sakit dan tertekan memilih keluar ruangan dan berlari ketoilet. Didalam kabin toilet prilly terisak Menumpahkan semua sakit hati didalam hatinya. "Kenapa rasanya sesakit ini tuhan? Apa keputusanku salah?" sahut prilly ditengah isakannya. *** 2hari sudah berlalu, dan hari ini adalah hari pernikahan ali dan nessa. Selama dua hari ini juga prilly slalu bersikap biasa saja dihadapan ali, apalagi ali sibuk dirumah sakit mengurusi nessa. Dan pulang selalu larut. Kini prilly tengah menatap dirinya didepan cermin dengan balutan dress berwarna hitam memperlihatkan perutnya yang sudah membesar. Hingga seseorang berdehem membangunkan prilly dari lamunannya. Prilly melihat sosok ali dari cermin dengan balutan tuxedo hitam dengan dasi kupu-kupunya. Membuat dia semakin tampan. Prilly tersenyum getir dan beranjak menghampiri ali. Prilly membenarkan dasi ali dan merapihkan jas yang dikenakan ali. "Kamu tampan sekali ali. Gak akan ada wanita satupun yang bisa lari dari pesona suamiku ini" sahut prilly terkekeh Ali tidak menghiraukan ucapan prilly dan terus menatap wajah prilly secara intens dengan tatapan terluka. "Baiklah pangeran, kita harus segera berangkat jangan sampai tuan putri kelamaan nunggu kamu" sahut prilly terkekeh dan hendak beranjak tetapi ali menahannya dengan memegang tangan prilly dan dengan satu hentakan kini prilly berada dipelukan ali. Ali memeluk prilly dengan erat, seaka-akan tak ingin prilly pergi kemana-mana. "Maafkan aku bie, maaf" sahut ali terdengar bergetar menandakan ali menangis "Maafkan aku bie, aku udah gagal jadi suami yang baik buat kamu, aku gagal buat jaga kamu" sahut ali Prilly melepas pelukannya dan menghapus air mata ali. "Aku gpp sayang, aku ikhlas. Dan aku akan bertahan disisi kamu demi calon anak kita" sahut prilly tersenyum dengan airmata juga yang sudah terjatuh. "Aku merasa mengkhianati kamu bie" ujar ali " aku gpp sayang, kamu gak ngekhianatin aku. Ini permintaan aku juga kan. Aku akan berusaha tegar untuk kamu" sahut prilly yang mulai terisak "Hati kamu itu sebenarnya terbuat dari apa sich? Kenapa kamu masih mampu tersenyum menghadapi semua ini." tanya ali "Karena aku percaya sama kamu li, aku percaya sama cinta kita. Dan aku yakin ini tidak akan berlangsung lama dan akan ada saat dimana kita bisa bahagia dengan anak-anak kita kelak" ujar prilly tersenyum dan kembali menghapus airmata ali "Aku gak sia-sia mencintai kamu bie,, kamu benar-benar istimewa. Kamu adalah bidadari hati aku" sahut ali mencium kening prilly dan menghapus airmata prilly "Kita pergi sekarang?" tanya prilly "Baiklah?" sahut ali *** Ali dan prilly sudah berada di ruangan nessa yang sudah pindah keruangan VIP. Acara pernikahan ali dan nessa tidak dibuat meriah hanya ada penghulu dan beberapa sanak keluarga nessa. Karena keadaan nessa tidak memungkinkan jadi pernikahan diadakan dirumah sakit. Penghulu mempersiapkan semuanya, ali duduk diatas ranjang sebelah nessa berhadapan dengan pak penghulu. Prilly berdiri didekat pintu paling belakang. Hingga tanpa terasa semua orang sudah berkata "Sah" Prilly merasa langit runtuh tepat mengenai kepalanya. Airmatanya sudah tidak bisa dibendung lagi. Prilly tak mampu melihat pemandangan ali mencium kening nessa, prilly segera keluar ruangan dan berjalan gontai hingga sentuhan seseorang di pundaknya menghentikannya. "Nak prilly, maafkan tante" sahut anna yang kini berada dihadapan prilly "Maafkan tante yang tak berdaya. Maafkan sikap nessa karena telah merebut ali. Maafkan dia yang sudah merusak rumah tanggamu" sahut anna "Tidak tante, ini bukan salah tante. Tante hanya seorang ibu yang ingin melihat anaknya bahagia. Dan aku pun akan menjadi seorang ibu, aku bisa merasakan apa yang tante rasakan." sahut prilly ditengah isakannya Anna langsung memeluk prilly. "Menangislah nak, keluarkan semua beban dihati kamu... Keluarkan nak" Prilly menangis semakin terisak dipelukan anna. * Setelah berpamitan kepada anna, prilly berjalan gontai seraya memegang perutnya keluar rumah sakit ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN