"Kau mau membawaku ke mana?!" Aku berteriak saat Walter meningkatkan kecepatan mobilnya ketika kami berada di jalan berkelok dengan jurang di tepinya. Serius. Jika kalian bertanya, maka akan kuberitahu bahwa ini adalah perjalanan panjang yang lebih menegangkan, daripada melelahkan. Bahkan saking tegangnya, aku sendiri tidak tahu seberapa jauh dan berapa lama kami berada di dalam mobil berkecepatan tinggi dengan musik rock sebagai backsound keteganganku. Walter yang dari tadi telah mengetahui kepanikanku justru hanya tertawa, sembari sesekali menambah kecepatan mobil--di mana sebelumnya sudah terlalu cepat bagiku--lalu menyanyi mengikuti musik dari tape. Sikap itu pun menjadi alasanku untuk mencubit tubuh Walter hingga ia mengaduh, tapi bukan berarti akan memperlambat laju mobilnya. "Ke

