Sesuatu yang beraroma tidak asing menyambut indra penciumanku. Memberikan reaksi refleksi berupa keinginan untuk melihat apa yang menghasilkan aroma tersebut. Namun, keinginan tersebut sangat sulit dilakukan karena entah apa alasannya, kelopak mataku terasa begitu berat terbuka. Aku berteriak meminta tolong kepada siapa saja. Namun, tidak ada satu orang pun di sini. Aku tidak tahu mengapa aku sendirian, bahkan cahaya pun tampak luput seakan-akan kegelapan adalah penguasanya. Mustahil aku kehilangan penglihatan secara tiba-tiba! Akan tetapi, aroma ini terlalu mengundang rasa penasaran karena terkesan familer. Aku berteriak lagi, memanggil ibu, Paman Arya, bahkan Darka sahabatku. Namun, tidak ada sahutan selain guncangan tiba-tiba yang terasa seperti gempa maha dasyat. Begitu kuat, hingga

