39. Heart To Heart

1217 Kata

Terlalu baik dan t***l itu sebenarnya beda tipis. Begitulah yang dikatakan Walter sebelum ia membanting pintu, meninggalkan ruang security dengan penuh amarah, dan mendiamkanku hingga kami; aku, Divtia, serta Walter sampai di rumah. Lalu sekarang, adalah ketiga harinya Walter mendiamkanku.  Tidak ada pesan singkat selamat pagi yang sebelumnya biasa kuterima sebagai alarm paling bising sepanjang masa.  Tidak ada komunikasi menggunakan bahasa tubuh di jendela kamar yang sejak awal berkencan menjadi rutinitas kami. Dan juga, tidak ada lagi perusuh di media sosial setiap kali aku memposting hal baru di i********: atau Youtube. Serius, aku merindukan Walter. "Kirana, kamu sudah bangun?" Suara milik Tante Lidya dari balik pintu mengalihkan pikiranku mengenai beberapa hal yang terjadi berir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN