Sebelum aku menceritakan situasi saat ini, maka ada baiknya kuceritakan dulu bagaimana keadaan kami; aku dan Walter setelah kabur dari rumah besar, demi menghindari kejaran polisi. Menurutku semalam merupakan kencan dadakan yang paling aneh dalam sejarah hidupku. Bagaimana tidak, bukannya bepergian menikmati waktu berdua sebagai pasangan baru di lokasi-lokasi romantis, kami malah berakhir di apotek setelah sadar bahwa darah di tangan Walter tak kunjung mengering. Walter berteriak histeris, mengaduh, bahkan sampai menitikkan air mata saat seorang perawat di apotek menjahit luka di telapak tangannya, akibat ulah sok jagoan Walter yang mencengkram pecahan botol ketika Winston ingin mengarahkannya kepadaku. Oleh sebab itulah, sepanjang perjalanan pulang aku tak henti-hentinya mengejek Walte

