29. After Mugbang

1152 Kata

Huek! Huek! Aku masih terduduk di depan closet toilet. Perutku masih saja mual luar biasa akibat dipaksa untuk menampung makanan beberapa minggu lalu, hingga melampau batas maksimum. Kepala pun turut merasa pening, setelah melihat deretan angka digital yang menyebabkan sebagian besar perempuan menjadi cemas. Enam puluh lima kilogram, bukan angka yang wajar untuk berat badan setinggi seratus lima puluh lima centimeter dan aku, berhasil mendapatkan angka tersebut hanya dalam hitungan minggu. Godammed! Jika bukan diawali dengan konten mugbang bersama Fred bersaudara, serta keroyalan Greg dalam mensponsori ide dadakan itu, pastilah massa tubuhku tidak akan mencapai angka tersebut. Divtia masuk ke toilet, berdiri di sisiku sambil membawa sebotol minuman lemonade. "Kau seharusnya tetap berol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN