Bertemu dengan Fred bersaudara dalam satu waktu sekaligus, bukanlah agenda dalam liburan musim panasku. Bukan pula permintaan yang kutulis pada secarik kertas kemudian dimasukkan di kaleng permohonan, saat kami pertama kali menginjakkan kaki di restoran kecil--saking kecilnya nyaris tidak terlihat akibat terhimpit oleh gedung-gedung pencakar langit--yang menyediakan menu sate kambing paling lezat di California. Dan tentu saja--aku yakin--ini bukan takdir Tuhan. Pasti ada sesuatu dari kebetulan ini, sebab dari awal Greg menyapa kami dari meja nomor tujuh--yang berada di sudut ruangan--minim cahaya--Walter secara otomatis menggenggam tanganku dan menghampiri Greg dengan cara bergandengan tangan. Jangan pikirkan bahwa aku menurut saja diperlakukan Walter seperti demikian karena nyatanya, me

