Menyerah Kalah

1481 Kata

"Sabtu besok kita nikah." Irva mencium punggung tangan Faz sambil menghubungi satu nomor di ponselnya. "Irva—" "Ssst!" Irva menempelkan telunjuk di bibirnya untuk memberi isyarat agar Faz tidak melanjutkan ucapannya dulu. Setelah itu ia menunjuk ponsel yang menempel di telinganya untuk memberi tahu bahwa dirinya sedang melakukan panggilan. Faz menunggu Irva menyelesaikan panggilannya dengan gelisah. Ia tidak tahu siapa yang ditelpon oleh cowok itu, tapi dari beberapa kata yang berhasil ditangkap oleh Faz, cowok itu sedang membicarakan perihal persiapan pernikahan. Apakah yang dimaksud adalah pernikahan Irva dan dirinya? Padahal dirinya belum setuju untuk menerima lamaran cowok itu, tapi kenapa Irva sakan sudah yakin dengan pernikahan ini. "Beres. Aku sudah mengatur semuanya." Irva me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN