Faz mengambil tisu untuk mengusap air matanya yang sesekali masih menetes ke pipi. Entah itu air mata bahagia ataukah sedih, ia sendiri pun tak tahu. Yang pasti, hari ini dirinya akan melepas masa lajangnya dan berganti status menjadi istri dari seorang laki-laki bernama Irva Candra Kirana. Umumnya, hari pernikahan merupakan hari yang membahagiakan bagi pasangan pengantin juga keluarga dan sanak saudara, tapi tidak bagi Faz. Pernikahan ini masih menyisakan beban yang luar biasa berat di hatinya karena ia melakukan ini bukan dengan kerelaan hati. Irva tidak memberinya kesempatan untuk menolak pernikahan ini dan karena kelemahannya pula hingga ia pun terpaksa mengikuti semua skenario yang sudah Irva susun ini tanpa dirinya bisa lari lagi. Saat ini Faz sedang duduk sendiri di dalam ruang tu

