Ekstra Part 1

1572 Kata

Irva membuka pintu depan rumahnya dengan sangat pelan dan masuk ke dalam tanpa menimbulkan suara. Seperti biasa, ketika dirinya lembur di cafe, Faz akan menunggunya di ruang tamu dan selalu ketiduran di sofa panjang. Seperti saat ini, istrinya itu berbaring meringkuk di sofa. Tusukan rasa bersalah mendera hati Irva. Padahal setiap akan berangkat bekerja dirinya selalu berpesan agar istrinya itu tidur saja terlebih dahulu, tidak perlu menunggunya pulang. Namun, kesetiaan Faz padanya luar biasa besar hingga gadis itu tidak pernah bisa langsung tidur di kamar jika dirinya belum pulang. Irva berjongkok di samping kepala Faz sambil mengulurkan tangan untuk merapikan rambut yang menutupi wajah istrinya itu. Setelah mengecup kening Faz, ia pun membopong tubuh sang istri dan memindahkannya ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN