16. Pemantik Amarah

2166 Kata

Anin menundukkan pandangan, dengan tangan yang saling meremas gusar. Sementara kakinya terus mengayunkan langkah sembari menatap lantai. Mengekori Fany yang berjalan di depannya bersama Mona dan Sela. Mereka sedang heboh dengan penampilan baru Fany. Gadis itu baru saja memotong pendek rambutnya. Hingga mendapat puja-puji dari semua orang yang mengatakan jika kecantikannya kian terpancar. Duk! "Astaga!" Mengangkat wajah dengan cepat, Anin mundur satu langkah, saat seorang Elard tiba-tiba saja sudah menjulang di hadapannya. S—sejak kapan cowok itu berada di sini? Dan tadi itu, apa keningnya membentur d**a kakak kelasnya itu? "Ngapain sih nunduk terus? Nyari duit jatuh lo?" Bersedekap tangan, Elard menaikan satu alis mata. Sementara teman-temannya hanya saling terkekeh. Meneguk ludah kelu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN