56. Lembar Masa Lalu (1)

1656 Kata

Wanita itu tampak resah, berjalan mondar-mandir meski hal itu hanya berakhir sia-sia. Tangan kirinya yang memegang ponsel dan menempelkannya ke telinga, berusaha menghubungi seseorang yang tak juga mengangkatnya. Sementara kuku jempol tangan kanannya sejak tadi digigiti, kebiasaannya untuk meredakan gelisah. "Angkat, Mas. Aku mohon ...." Ujung dress yang dikenakannya ditarik-tarik hingga berhasil mengalihkan perhatiannya sejenak, dari seseorang yang tak kunjung mengangkat panggilan darinya. Padahal sudah lebih dari sepuluh kali ia coba. Menundukkan pandangan, ia berusaha menyingkirkan resah, dan berusaha menciptakan senyuman yang susah payah terukir di wajah. "Kenapa, Sayang?" Menjauhkan sejenak ponsel dari telinganya. Suci membungkukkan tubuh agar bisa mensejajarkan tubuh dengan putran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN