Anggoro berderap cepat menyusuri lorong rumah sakit. Dadanya terasa sesak dijejali rasa cemas. Mendengar berita yang membuat jantungnya nyaris meluruh ke dasar perut. Di belakangnya, ada Iva yang tak henti menangis ditemani Gavin. Wanita itu kepayahan mensejajarkan langkah dengan suaminya yang tengah kalut. Sampai disebuah ruangan yang dari informasi adalah tempat putra sulungnya tengah ditangani. Anggoro menerjang seorang pria yang hanya bisa menunduk hormat melihat kedatanganya. Semua orang tampak terkesiap. Dikejutkan dengan wajah bengis Anggoro yang mencengkram erat kerah kemeja pria asing itu. "Bagaimana bisa sampai terjadi seperti ini?" Desisnya dengan tatapan tajam. "M—maafkan saya, Tuan. S—saya lalai." BUG! Iva menahan jeritannya melihat sang suami menghajar pria asing yang

