18. Pertolongan Tak Terduga

2295 Kata

Fany melempar pelototan pada Anin yang masih terduduk di atas kloset yang tertutup. Memeluk tubuhnya yang basah kuyup dan mulai menggigil karena rasa dingin yang mulai mencubit kulit. "Diam, awas lo kalau bersuara." Desis Fany dengan suara berbisik, agar seseorang yang kini terdengar tengah berbicara dengan Mona diambang pintu bilik yang mereka tempati tak mendengar. Ck! Sial! Kenapa harus ada pengganggu?! Dia baru saja menikmati permainannya tapi harus terusik oleh kehadiran sosok asing yang ikut campur urusannya. Dan lagi, kemana si Sela? Bukannya jaga justru kecolongan seperti sekarang! "Lo siapa?" Dari tempat persembunyiannya, Fany bisa menangkap suara yang terdengar tak bersahabat dari Mona. Gadis itu pasti kesal seperti dirinya karena kesenangan mereka mengerjai Anin harus terhent

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN