"Anin!" Anin mengernyit, tampak kebingungan saat seorang gadis seusianya begitu terkejut sekaligus antusias melihat keberadaannya. Mencangkul ingatan, Anin berusaha untuk mencari tau, apa dia mengenal gadis asing itu? Atau mungkin setidaknya ... Mereka pernah bertemu? Tapi di mana? Kapan? Sialnya, Anin benar-benar tak bisa mengorek secuil pun ingatan tentang gadis asing yang kini tampak sudah beranjak dari tempat duduk dan berderap kearahnya yang masih mematung dengan wajah bingung. "Ya ampun Anin, udah lama banget kita nggak ketemu," pekiknya kegirangan sembari memeluk tubuh Anin yang sekaku batang pohon. Kedua tangannya masih bergeming di masing-masing sisi tubuhnya. Tak membalas pelukan erat gadis asing yang bahkan namanya pun tak diketahuinya. Mungkin, karena tak mendapat balasan,

