Menggeliat, Anin meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku. Tidurnya begitu nyenyak semalam. Membuka mata secara perlahan, Anin mengerjap, menatap langit-langit kamar yang ... Tampak asing. Tunggu! Kenapa langit-langit kamarnya berubah? Mengendus aroma sekitar, gadis itu mengernyitkan kening saat menangkap aroma yang terasa familiar. Dan itu bukan dirinya. Tapi milik seseorang. Merubah posisi berbaringnya menjadi duduk. Anin yang masih setengah linglung, mengedarkan pandangan kesepenjuru kamar yang membuatnya sadar bukan berada di kamarnya sendiri. Lalu, bak ada sebuah tangan tak kasat mata yang memukul kepalanya hingga kesadaran Anin tentang semalam, kembali terputar. Peristiwa-peristiwa semalam berjejal di ingatannya. Tentang Fany, Sela dan Mona yang mengajaknya ke Club malam

