Dengan tatapan serius, Elard memerhatikan Anin yang tengah diurus suster untuk kembali dipasang infus yang sebelumnya gadis itu lepas. Setelah selesai, suster tersebut undur diri. Dan segera beranjak usai Elard serta Anin mengucapkan terima kasih secara bersamaan. Saat hanya ditinggal berdua, Anin merubah posisi berbaringnya menjadi duduk dengan punggung yang bersandar di kepala ranjang perawatannya. "Ck! Nggak usah bangun. Baringan lagi." Titah Elard yang mendapat gelengan kepala dari Anin. Mengela napas panjang, Elard akhirnya mendorong tiang infus untuk lebih dekat di ranjang perawatan Anin, sebelum kemudian mendudukkan diri di kursi hingga bisa berdekatan dengan Anin. "Kenapa lo bisa di rawat di rumah sakit? Sejak kapan?" Alih-alih menjawab, Anin justru tak melepas tatapannya dari

