Anin duduk gelisah di atas ranjang rawatnya. Di sampingnya, ada sesosok pria asing yang menatapnya lekat, hingga membuat Anin cukup risih. "Biasa aja liatnya, jangan bikin gue gatel buat colok mata lo, ya?!" Celetukan itu mengoyak lamunan Anin. Dan membuatnya, serta pria asing itu menoleh pada sosok Elard yang berdiri di sisi ranjangnya yang lain. "K—Kak Elard, sebaiknya kembali ke ruangan Kakak. Istirahat yang cukup, biar cepat sembuh." Berdecak, Elard menatap Anin datar, "dan biarin lo berdua sama biawak klimis itu?" Merasa tengah disindir, David melempar tatapan tajam, "maksud lo apa?" Memiringkan kepala ke satu sisi, Elard menaikan sudut bibirnya hingga terlihat sangat menyebalkan. "Maksud gue ya lo, siapa lagi?" Ucapnya tak berminat untuk berbasa-basi lewat sindiran. "Lo siapa

