Anin memberontak, sialnya, hanya membuat tangannya yang terikat dibelakang tubuh terasa semakin sakit. Ia ingin berteriak, meminta pertolongan, sayangnya, mulutnya yang ditutup dengan sapu tangan, membuat suaranya teredam. Wajahnya sudah basah karena air mata ketakutan. Berada di tempat asing berupa gedung tua dengan para lelaki yang tak dikenalnya. Ah, tidak semua wajah itu tampak asing. Ada satu yang ia kenali. Mengingat, peristiwa yang membuat Anin malu sekaligus ketakutan di depan semua orang yang waktu itu memenuhi kantin. Dia ... Boby. Kakak kelasnya yang pernah dihajar Elard karena sudah merisaknya. "Gimana?!" Anin berjengit di tempat duduknya dengan tangan dan kaki terikat. Serta mulut yang tertutup agar membuatnya tak bisa berteriak. Matanya menatap awas seorang cowok berkepal

