Alisya berjalan cepat sampai berlari kecil saat di koridor Rumah Sakit diikuti Zulfi dan Rima di belakangnya. Alisya begitu cemas saat tahu ayahnya sedang dirawat, apalagi keadaannya masih tak sadarkan diri. Alisya takut sang ayah kenapa-kenapa. Ia tahu jika Rendy punya riwayat jantung. Apa kali ini juga jantungnya kembali kambuh? Gadis itu sudah tak kuasa menahan tangis. Apalagi sekarang ia melihat ibunya yang sedang duduk di sebelah ruangan. Ia yakin jika ruangan itu ialah tempat ayahnya berjuang antara hidup dan mati. Tidak. Rendy harus bertahan untuknya. "Ibu," lirihnya dengan suara bergetar. Ranum menoleh. Ia tahu betul siapa yang memanggilnya. "Alisya?" tak kalah bergetar nya suara Ranum. Ia merasa senang sekaligus sesak saat bertemu dengan putri kesayangannya. "Bu ..." Ali

