Beberapa hari setelah kepergian sang ayah, kini sikap Alisya semakin dingin dan selalu menyendiri. Ia hanya akan dekat dengan ibunya seorang, Alisya bahkan tidak mau bertemu Brian ataupun Zain. Walaupun setiap hari mereka datang ke rumah hanya sekadar ingin bertemu dengannya. Namun, Alisya selalu mengurung dirinya sendiri di dalam kamar. Kepergian sang ayah sangatlah menekan batin gadis itu, ditambah dengan kejadian lebih dari 3 bulan yang pernah ia rasakan hingga berujung perpisahan dan sebuah pengkhianatan dari pria yang selama ini ia sukai. Itu menjadi suatu pukulan besar baginya. "Sya ..." Ranum sudah masuk ke dalam kamar Alisya dan hanya mendapati putrinya sedang menatap ke arah jendela. Seorang ibu tahu betul apa yang ia rasakan. Ranum juga ikut tertekan karenanya. "Ada Bri

