Makan siang kali ini Zain memutuskan untuk keluar. Walaupun sudah ada Nabila di sana, tetapi ia lebih memilih makan di tempat lain. Seperti biasa, Nabila membawakan makan siang untuknya. Nabila nampak cemberut sebab tak seperti biasa Zain menolak apapun yang ia bawakan untuknya. Lantas, gadis itupun buru-buru menutup tempat makan, segera menyusul Zain yang sudah keluar dari ruangan itu terlebih dahulu. "Zain tunggu!!" Nabila berlari menghampiri Zain lalu memegang tangannya. "Kamu ini kenapa sih? Akhir-akhir ini selalu cuekin aku. Kamu marah ya sama aku?" Zain masih berjalan. "Aku lagi males aja," jawabnya singkat. "Hmm, kamu mau makan siang di mana? Aku temenin ya!!" "Terserah." Nabila kembali mengerutkan bibirnya. Baginya sikap Zain seperti itu memang sudah biasa. Namun, bukan

