Mengejar Maaf, Menantang Takdir

1524 Kata

Dara menatap Hanson yang tampak merasa bersalah. Ada sesuatu dalam ekspresi pria itu yang membuatnya terlihat lebih seperti seorang adik yang ketahuan melakukan kesalahan, bukannya seorang pria dewasa yang biasanya begitu percaya diri. "Maafkan aku, Dara," ucap Hanson pelan, suaranya terdengar jujur. Dara menghela napas ringan, tersenyum kecil. "Hei, berhenti minta maaf. Tidak apa." Hanson menatapnya penuh penyesalan. "Tapi aku sudah janji mau nonton konser bareng kamu lusa." "Aku tetap berangkat kok. Kamu ada urusan yang belum selesai sama si mantan itu, ‘kan?" Hanson menekan bibirnya, lalu mengangguk, mengakui. "Dulu aku menyakiti dia," suaranya merendah. "Aku pikir dia selingkuh, tapi ternyata dia sedang sakit. Aku... terbakar cemburu tanpa dasar." Dara mendengarkan tanpa menyela,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN