Berhasil. Dara, si rubah licik, memang selalu tahu bagaimana cara memenangkan hati seseorang. Bahkan sekarang, ia tengah berjalan santai bersama Ibu Kalisa, istri dari pemasok yang menjadi target mereka hari ini. Wanita tua itu mengajaknya ke taman belakang, di mana hamparan rumput hijau berpadu dengan pasir pantai yang terbentang luas. "Tempat ini dibangun sebagai bukti cinta suami saya," ucap Ibu Kalisa dengan senyum tipis. "Dia bilang begitu. Saya hanya tertawa geli." Dara ikut tersenyum. "Tempat ini sangat indah, Bu." Wanita itu menghela napas panjang, menatap ke arah deburan ombak yang bergulung pelan. "Tapi dulu, suami saya tidak seperti sekarang. Dulu, dia masih mencintai wanita lain saat menikahi saya." Dara mengangkat alis, kini semakin tertarik. "Oh?" "Kami dijodohkan, bukan

