Karena mereka basah kuyup dan hujan semakin deras, mereka memutuskan untuk mencari villa terdekat. Malam telah sepenuhnya turun, dan kilatan petir sesekali menerangi langit yang gelap. Jika mereka memaksa kembali ke sisi pantai lain, tempat anak-anak berada, takutnya justru berbahaya. Cuaca seperti ini bisa menyebabkan longsor di beberapa titik jalan setapak menuju villa utama. "Gak papa 'kan kesini dulu?" suara Jedidah terdengar lebih tenang dari biasanya. "Saya siapin baju ganti buat kamu, di kamar itu." "Inimah modus kamu doang kan? Biar berduaan sama aku?" Jedidah tidak menyangkal, malah terkekeh kecil. "Iya, tapi gak ada niat lain, Dara. Saya cuma ingin melakukan apa yang dulu gak bisa saya lakukan." "Iyalah, dulu situ t***l," gerutu Dara, mendengus kesal sebelum melangkah menuju

