Ancaman Bencana

1506 Kata

"Itu nyaris saja Saara," ujar Aaron dengan seringai kekanakan yang ia miliki. Wajahnya yang memerah dan dihiasi keringat bersama dengan deru nafasnya yang memburu, mengindikasikan jika pria itu mengerahkan tenaganya dalam jumlah besar. Dia memang sudah melakukan perjalanan tanpa henti dari laboratorium profesor Philips. Lalu dilanjutkan dengan mencari Saara dengan mengerahkan energinya berputar - putar di wilyah barat hingga sampai ke sini. Tak hanya itu, Aaron juga langsung bertarung dengan zombie, jelas ia akan kelelahan. "Hm." Hanya itu tanggapan yang diberikan Saara. Seperti biasa dingin dan tak berekspresi. Namun Aaron sudah hafal dengan karakter Saara yang tak memiliki ekpresi apapun. "Akh!" "Panas!" ''Aku kepanasan. " Aaron dan Saara mendekat ke arah pengungsi barat yang dis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN