Seperti hari-hari biasanya, Jaehan akan memastikan Krystal dari kejauhan di setiap kesempatan. Malam ini gadis itu tengah melangkah sendirian di jalan komplek perumahannya menuju sebuah minimarket yang tak jauh dari sana. Jaehan mengamatinya dari atas gedung rumah tingkat empat, rumah paling besar di kawasan itu. Mantelnya meliuk-liuk ditiup angin malam. Terselip sebatang rokok di antara jari telunjuk dan jari tengahnya. Dia mengisapnya sesekali tanpa melepas pandangannya dari setiap langkah kaki Krystal. Saat gadis itu telah masuk ke minimarket, dia baru mengalihkan pandangannya ke arah langit, menatap bintang—cahaya bintang yang berjarak lima ribu tahun sampai satu juta tahun cahaya baru sampai ke Bumi—alasan ada kalimat yang mengatakan bahwa melihat bintang sama halnya menatap masa lal

