30. Adam

336 Kata

Adam menoleh pada istrinya yang sedang memeluk Noval erat, memeluk anak mereka, buah cinta mereka. Tak lama pandangannya kembali lurus menatap pantulan indahnya kota dari jendela apartemennya. Gelas berisi soda yang baru habis setengah, ia cengkram erat, bibirnya gemetar kala mengingat wajah seseorang, seorang wanita yang sudah ia dzalimi, seorang wanita yang terpaksa ia jadikan kambing hitam. "Noval udah tidur." Peluk Gendis dari belakang, "Mau main?" Dua jam lamanya mereka habiskan untuk berbagi keringat, setelahnya gendis tertidur tapi tidak untuk Adam, ia merasa hampa saat melakukannya dengan Gendis, bukan! Bukan karena ia tak cinta, justru Adam terlalu cinta, tetapi yang ad inginkan adalah keberadaan istrinya disisinya, selamanya, tanpa terganggu dengan dendam dan amarah sang istri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN